BKPM akan meningkatkan pemantauan atas realisasi perizinan berusaha melalui sistem OSS, termasuk memfasilitasi permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha dalam merealisasikan investasinya

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia pada semester I 2019 sebesar Rp 212,8 triliun.

Dari catatan BKPM, Singapura menjadi negara dengan investasi terbesar di Indonesia pada periode tersebut. Di posisi kedua ditempati Jepang, China berada di peringkat ketiga.

“Investasi Singapura sebesar 3,4 miliar dollar AS atau sekitar 23,9 persen dari total PMA,” ujar Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Jepang memiliki total investasi sebesar US$2,4 miliar atau 16,9 persen dari total PMA. Sementara China memiliki nilai investasi sebesar US$2,3 miliar atau 16,2 persen dari total PMA.

Di peringkat keempat diduduki Hongkong dengan nilai investasi mencapai US$1,3 miliar atau 9,2 persen dari total PMA. Sedangkan di posisi kelima ada Malaysia dengan nilai investasi sebesar US$1 miliar.

“Ke depan BKPM akan meningkatkan pemantauan atas realisasi perizinan berusaha melalui sistem OSS, termasuk memfasilitasi permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha dalam merealisasikan investasinya,” kata Farah.

Sementara itu, berdasarkan wilayah, Pulau Jawa masih mendominasi investasi dengan nilai Rp 218,1 triliun, sedangkan sisanya Rp 177,5 triliun disumbang dari investasi Pulau Luar Jawa.

“Berdasarkan lokasi proyek lima besar antara lain Jawa Barat (Rp 68,7 triliun); DKI Jakarta (Rp 54,5 triliun); Jawa Tengah (Rp 36,2 triliun); Jawa Timur (Rp 32 triliun); dan Banten (Rp 24,6 triliun)," ucap dia.