Dari total komitmen, Luhut mengatakan sudah ada US$ 1 miliar yang direalisasikan selama proses pembangunan pabrik.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan proyek pembangunan pabrik baterai lithium di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, masih terus berjalan. Proyek ini bernilai sekitar US$4 miliar.

Menurut Luhut, ada sejumlah perusahaan yang terlibat dalam pembangunan pabrik baterai untuk kendaraan listrik itu. Yakni CATL bersama dengan LG, Volkswagen, Mercedes, hingga Tesla milik Elon Musk yang biasa dijuluki 'Iron Man'. Dari empat perusahaan itu, CATL memiliki peran terbesar, sisa porsinya dibagi-bagi.

"Dari macam-macam, ada Volkswagen masuk, LG masuk, Tesla masuk, walaupun mungkin porsinya sedikit-sedikit," kata Luhut di Kompleks Istana Negara, Jakarta, selasa (23/7/2019).

Dari total komitmen, Luhut mengatakan sudah ada US$ 1 miliar yang direalisasikan selama proses pembangunan pabrik.

Ketertarikan banyak perusahaan bergabung dalam membangun pabrik bahan baku baterai lithium karena Indonesia memiliki potensi besar. Apalagi, dalam waktu dekat aturan kendaraan listrik akan diterbitkan. "Mereka masuk karena mereka melihat bahan baterai itu banyak di Indonesia," jelas dia.

Adapun target penyelesaian pembangunan pabrik di Morowali itu selama tiga tahun. "Mungkin 3 tahun ke depan lah ya (selesai). Baterai saya kira 3 tahun ke depan sudah jadi tuh. Mungkin lebih cepat," jelas dia.

Tidak hanya itu, Luhut juga akan berbicara dengan konsorsium tersebut untuk membuka pabrik kembali di kawasan industri Karawang, Jawa Barat.

"Tapi kita lagi runding bisa nggak bikin industri lithium baterainya itu di daerah Karawang, Bekasi, Purwakarta. Karena tadi mobilnya Hyundai akan kita buat di daerah Karawang, Bekasi, Purwakarta, supaya lebih cepat. Pikiran praktis saja. Tapi kita coba nanti kalau mereka mau," ujarnya.