Laporan terkini menyebutkan, Iran yang telah menangkap kapal tanker minyak milik Inggris di selat Hormuz.

Kabar terkini dari ketegangan di Timur Tengah menyebutkan, langkah Iran yang semakin nekat dalam melakukan perlawanan terhadap AS dan sekutunya. Laporan yang beredar beberapa jam terakhir menyebutkan, otoritas Iran yang dengan nekat telah menangkap kapal tanker minyak milik Inggris yang sedang lewat di selat Hormuz. Langkah nekat Iran ini seolah ingin membuktikan kerasnya rezim Iran yang sebelumnya telah mengancam untuk menutup selat Hormuz bila Washington mengenakan sanksi terhadapimpor minyak asal Iran.

Ancaman Iran yang akan menutup selat Hormuz bukanlah ancaman sepele, mengingat selat Hormuz hingga kini masih menjadi gantungan bagi 80% lalu lintas minyak dunia. Ancaman penutupan selat Hormuz dengan sendirinya akan menjadi pukulan sangat telak terhadap pasok  minyak dunia. Dan oleh karenanya, penangkapan terhadap kapal tanker minyak milik Inggris  dengan cepat menarim perhatian investor g;lobal, terlebih  di pasar komoditas dunia.

Laporan terkini dari pasar komoditas menunjukkan, gerak harga minyak yang memang masih menbguat terbatas di sesi perdagangan yang ditutup beebrapa jam lalu. Harga minyak untuk jenis WTI disebutkan masih bertengger di kisaran $55,74 per barel atau naik 0,8%. Namun laporan dari sesi perdagangan after hours menunjukkan gerak naik harga minyak yang masih berlanjut.

Bila kenaikan harga minyak terus berlanjut akibat ulah Iran yang semakin nekat, tentu bagi perekonomian Indonesia akan menjadi ancaman serius. Hal ini mengingat Indonesia masih bergantung pada impor minyak untuk memompa kinerja perekonomian nasional. Presiden Jokowi yang bersiap melanjutkan pemerintahannya di periode kedua, kini harus mulai pusing memikirkan imbas dari ulah nekat Iran yang entah kapan akan berakhir.

Kabar terkait dari ketegangan terkini yang pecah di Timur Tengah sebelumnya datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang mengklaim bahwa AS telah menembak jatuh pesawat tanpa awak atau Drone milik Iran. Namun kabar tersebut dibantah Teheran beberapa jam kemudian. Ketegangan yang pecah di kawasan Timur Tengah dengan melibatkan Iran kali ini terlihat cukup serius, mengingat  sangat strategisnya wilayah selat Hormuz.

Tidak saja terbatas pada pasar minyak dunia, imbas dari langkah nekat Iran  yang menangkap kapal tanker Inggris kali ini juga langsung mendapatkan respoin di bursa saham Wall Street. La[poran sebelumnya menyebut, gerak indeks Wall Street yang langsung parkir ke zona merah menjelang sesi perdagangan ditutup setelah sebelumnya mencoba bergerak naik.