Sentimen dari kabar macetnya perundingan dagang AS-China membuat indeks Wall Street terperosok signifikan.

Sesi perdagangan pertengahan pekan ini, Rabu (17/7) di bursa Wall Street ter;ihat hanya mampu diakhiri dengan gerak turun lebih curam. Dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu itu, investor sesunguhnya mendapatkan bekal cukup positif dari rilis kinerja keuangan sejumlah emiten terkemuka  yang mengesankan. Namun gerak indeks  justru semakin menurun seiring dengan laporan terkini yang dimuat media Wall Street Journal menyangkut perundingan dagang AS-China.

Media Wall Street Journal dalam laporannya menyebutkan bahwa perundingan dagang AS-China mengalami kebuntuan menyangkut soal pelarangan Huawei.  Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, sejumlah perusahaan teknologi asal AS yang selama ini menjadi pemasok penting bagi perusahaan raksasa teknologi komunikasi asal China, Huawei yang telah mengajukan usulan atau lisensi untuk menjual sejumlah komponen atau produk yang tidak memberikan potensi bahaya bagi keamana nasional.  Namun hingga kini rincian serta produk apa saja yang bisa mendapatkan lisensi dari pemerintah AS masih belum juga tersedia.

Macetnya perundingan AS-China menyangkut Huawei  tersebut akhinrya turut menyeret keresahan investor di bursa Wall Street.  Investor menilai kemacetan atau rewelnya perundingfan menyangkut Huawei sebagai tantangan serius bagi  jalannya perundingan di mana sebelumnya Presiden Trump telah menekankan kemungkinan jalannya perundingan masih akan memakan waktu sangat lama hingga mungkin saja Washington  akan menaikkan tarif masuk ats produk China senilai $325 miliar.

Indeks Wall Street akhirnya terkoreksi cukup signifikan hingga sesi perdagangan berakhir. Indeks DJIA menutup sesi dengan merosot 0,42% untuk menetap di kisaran 27.219,85, sementara indeks S&P 500 terpangkas 0,65% untuk terhenti di posisi 2.984,42, serta indeks Nasdaq yang turun 0,46% untuk menutup sesi di 8.185,21.     

Sementara dalam tinjauan teknikal, penurunan tajam yang terjadi kali ini tak lebih dari konsekuensi teknikal usai membukukan rekor tertingginya sepanjang sejarah beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya.  Sentimen dari rewelnya perundingan soal Huawei dinilai sekedar momentum yang dijadikan investor untuk melakukan koreksi teknikal pada indeks Wall Street, setelah  pencetakan rekor yang terjadi sebelumnya kurang memiliki fundamental yang meyakinkan.