IHSG dan Rupiah tercatat tidak berdaya untuk konsisten terdampar di zona merah dalam menjalani sesi perdagangan hari ini, Rabu (17/7).

Sentimen dari daratan Eropa akhirnya menjadi warna doiminan bagi sesi perdagangan saham di Asia pertengahan pekan ini, Rabu (17/7). Laporan menyebutkan, situasi terkini di benua biru tersdebut yang telah memantik  perhatian investor. Terpilihnya Ursula Von Der Leyen sebagai Presiden Komisi Eropa yang baru cenderrung kurang disambut positif oleh investor, sementara perkembangan terkini dari Brexit, di mana Boris Johnson semakin kuat untuk segerra menggantikan May sebagai Perdana Menteri Inggris juga menjadi sumber kekhawatiran baru bagi investor.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, Boris Johnson yang bersiap untuk menghantarkan Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan, di mana langklah tersebut akan menghantarkan resesi bagi perekonomian Inggris. Gerak nilai tukar mata uang Poundsterling akhirnya jatuh tak tertahankan dan menyentuh titik terendahnya sejak April 2017 lalu.  Sementara di sisi alinnya, terpilihnya Von Der Leyen juga membuat nilai tukar mata uang Euro terus tenggelam hingga sesi perdagangan sore di Asia kali ini. Nilai tukar Poundsterling terhadap Dolar AS kini berada di kisaran 1,2402 setelah sempat mencetak titik terlemahnya di kisaran 1,2381, sedangkan nilai tukar Euro terhadap Dolar AS meluncur turun hingga kisaran 1,1199.

Pelamahan Euro dan Pound dengan mudah memberikan tekanan bagi mata uang Asia hingga sore ini. Pantauan terkini menunjukkan,  mata uang Asia yang masih betah di zona merah dengan hanya mengecualikan mata uang Baht Thailand dan Dolar Hong Kong yang   rentan untuk kembalki ke zona pelemahan.  Sementara pada mata uang Rupiah, laporan terkini menunjukkan pelemahan yang masih bertahan. Terkini, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp13.965 per Dolar AS atau melemah 0,25%.

Gerak suram di pasar valuta  juga merambah di bursa saham, gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia tercatat konsisten menapak zona merah di sepanjang sesi perdagangan kali ini. IHSG  menutup sesi   perdagangan   pertengahan pekan ini, Rabu (17/7), dengan merosot   0,11% untuk terhenti di kisaran 6.394,61.

Sementara laporan dari sesi perdagangan saham di Asia menunjukkan, gerak indeks  yang masih tertekan hingga sesi perdagangan ditutup. Indeks  Nikkei (Jepang) tercatat merosot   0,31% untuk berada di posisi 21.469,18, indeks Hang Seng (Hong Kong) turun 0,09% untuk menyerah di kisaran 28.593,17, sementara indeks ASX200 (Australia) tercatat menguat 0,49% untuk menjangkau posisi 6.673,3, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang menurun curam 0,91% untuk berada di kisaran 2.072,92.