Baik IHSG dan Rupiah terlihat seiring dan kompak dengan menapak zona pelemahan secara konsisten di sepanjang sesi pagi ini, Rabu (17/7).

Gerak melemah akhirnya terjadi secara kompak antara nilai tukar mata uang Rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia. Menutup sesi   perdagangan pagi  pertengahan pekan ini, Rabu (17/7), IHSG terpantau harus kembali takluk dengan rontok 0,3% untuk terhenti di kisaran 6.382,2. IHSG terlihat konsisten menapak zona pelemahan di sepanjang sesi perdagangan pagi ini.  Sementara pantauan dari jalannya sesi perdagangan saham  di bursa saham utama Asia menunuukkan, gerak indeks yang masih cenderung melemah.

Pelemahan di bursa saham Asia terutama dilatari dengan  pernyataan terkini Presiden AS Donald Trump terkait dengan perundingan dagang AS-China yang memberikan  sinyal suram.   Sejumlah laporan yang telah beredar di media internasional menyebutkan, Trump yang menyatakan bahwa jalannya perundingan dagang AS-China yang masih sangat panjang dan mungkin saja untuk menaikkan tarif masuk atas produk asal China lainnya senilai $325 miliar.

Investor kini sedang mencari tahu lebih rinci terkait dengan pernyataan Trump tersebut. Di tengah pencarian tersebut,  rekam jejak  sikap keras Trump yang sering mengejutkan mulai membayangi investor hingga kemudian cenderrung melakukan tekanan jual. Gerak indeks akhirnya cenderung melemah  di hampir seluruh bursa Asia.

Hingga sesi perdagangan saham pagi ini ditutup di Jakarta,  indeks Nikkei (Jepang) tercatat merosot moderat 0,31% untuk berada di posisi 21.468,33, indeks Hang Seng (Hong Kong) turun 0,29% untuk menyerah di kisaran 28.536,14, sementara indeks ASX200 (Australia) tercatat menguat 0,38% untuk menjangkau posisi 6.666,2, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang menurun curam 1,05% untuk berada di kisaran 2.069,92.

Beralih ke pasar valuta, gerak yang tak jauh berbeda juga mendera nilai tukar mata uang Rupiah. Hingga siang ini gerak melemah Rupiah terlihat konsisten meski tidak terlalu tajam. Terkni, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp13.965 per Dolar AS atau menurun 0,25% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan hari sebelumnya. Pantauan dari pasar valuta Asia juga menunjukkan, gerak melemah yang terjadi di  hampir seluruh mata uang Asia kali ini. Mata uang Asia kini tercatat hanya menyisakan Dolar Hong Kong yang masih mampu bertahan di zona penguatan tipis untuk rentan beralih ke zona pelemahan terbatas.