Rizieq tentunya membutuhkan biaya yang banyak untuk bertahan hidup Ia harus membayar sewa rumah, makanan, pakaian hingga kebutuhan hidup lainnya

Kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia dijadikan syarat rekonsiliasi antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Permintaan ini diajukan oleh Partai Gerindra.

Namun, keinginan Gerindra itu ditolak mentah-mentah oleh pemerintah. Kepala Staf Presiden, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menyindir permintaan tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak pernah mengusir Rizieq dari Indonesia.

"Siapa yang pergi, siapa yang pulangin. Kan pergi pergi sendiri, kok dipulangin, gimana sih. Emangnya kita yang ngusir? Kan enggak," kata Moeldoko, di Istana Bogor, Selasa (9/7).

Dia menjelaskan, seharusnya syarat itu tak diajukan. Alasannya, Rizieq memilih ke Arab sejak dulu hingga sekarang adalah inisiatif sendiri.

Maka itu, jika memang ingin pulang, menurut dia, Rizieq bisa pulang sendiri tanpa harus dipulangkan. Bahkan, mantan Panglima TNI itu menyindir jika Habib Rizieq tak memiliki cukup ongkos untuk pulang, bisa dia talangi. "Ya pulang sendiri saja. Enggak (bisa) beli tiket, baru gue beliin," katanya.

Rizieq Shihab meninggalkan Indonesia sejak April 2017. Awalnya, pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu pergi ke Arab Saudi bertujuan untuk umrah. Namun, hingga saat ini, Rizieq tak kunjung kembali ke Indonesia.

Akibat terus menetap Rizieq tersandung overstay. Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan, Rizieq belum bisa kembali ke Indonesia, karena adanya denda akibat masa tinggal melebihi batas waktu yang diizinkan oleh Arab Saudi

"Ya, bayar denda overstay satu orang Rp110 juta. Kalau lima orang tinggal, kalikan saja," kata Agus, saat dikonfirmasi, Rabu (10/7).

Agus menjelaskan, denda ini harus dibayar Rizieq Shihab dan bukan menjadi tanggungan pemerintah. Rizieq juga harus bersih dari kasus hukum di Arab Saudi, untuk bisa balik ke Indonesia. Sebab, jika membayar denda, tetapi seseorang masih terkendala kasus hukum, sama saja tidak akan bisa keluar dari Arab Saudi.

Selama tinggal di Arab Saudi, Rizieq tentunya membutuhkan biaya yang banyak untuk bertahan hidup Ia harus membayar sewa rumah, makanan, pakaian hingga kebutuhan hidup lainnya.

Berapa sih biaya hidup di Arab Saudi?

Mengutip Expatistan, sekali makan di Mekah membutuhkan dana sekitar 26 riyal atau sekitar Rp 97.000. Dengan uang tersebut bisa mendapatkan makan siang dan minum di kawasan bisnis. Tentu saja harganya bisa lebih di wilayah lain.

Expatistan menyediakan data biaya hidup di berbagai negara di dunia. Data ini bisa menjadi acuan meski akurasinya bisa berbeda.

Sedangkan harga makanan cepat saji (fast food) dijual 19 riyal atau Rp 69.000. Untuk makanan lainnya, seperti daging ayam dan telur masing-masing dijual Rp 45.000 dan Rp 35.000. Kemudian untuk roti dijual sekitar Rp 5.000.

Selain pangan, biaya yang harus dikeluarkan Rizieq adalah sewa rumah. Besaran harga sewa rumah berbeda-beda tergantung luasnya. Harga sewanya mulai dari Rp 4 juta untuk ukuran studio hingga Rp 10 juta untuk luas 85 meter persegi per bulannya. Belum lagi jika ditambah peralatan elektronik seperti televisi hingga microwave.

Kebutuhan dasar untuk hidup selain itu juga ada pakaian. Harga pakaian di Saudi tak berbeda jauh dengan di Indonesia.

Sehari-hari, Rizieq bepergian menggunakan mobil. Semua kebutuhan Rizieq juga disebut sudah dipenuhi.

Jika bepergian menggunakan mobil, maka membutuhkan bahan bakar minyak (BBM). Di negeri kaya minyak ini, BBM dijual Rp 3.600 per liter. Sedangkan jika bepergian menggunakan transportasi umum, maka harus merogoh Rp 1,4 juta per bulan untuk tiket berlangganan dan jika menggunakan taksi membutuhkan Rp 306.000 dalam rata-rata perjalanan sekali.

Sementara untuk kebutuhan penginapan, masih di laman Expatistan, biaya untuk sewa apartemen berkisar mulai 1.100 hingga 2.761 real atau hingga Rp10.386.111 per bulannya.

Penginapan ini belum termasuk biaya untuk internet, laundry, hingga peralatan rumah tangga.