Gerak IHSG dan Rupiah terlihat memberikan respon berbeda terhadap sentimen dari The Fed.

Sentimen dari pernyataan Gubwrnur The Fed, Jerome Powell yang menilai telah mulai munculnya tanda-tanda pelemahan ekonomi AS hingga memantik harapan besar bagi investor untuk terjadinyapenurunan suku bunga acuan akhirnya benar-benar menjadi faktor dominan yang menggerakkan pasar hari ini.  Pantauan menunjukkan, gerak indeks di bursa saham utama Asia yang mampu membukukan lonjakan bervariasi hingga sesi perdagangan berakhir.

Namun berbeda dengan yang terjadi pada bursa saham Indonesia, di mana gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) justru terlihat anti klimaks dengan menapak zona pelemahan tipis di sepanjang sesi perdagangan sore Kamis ini (11/7).   IHSG kemudian menutup sesi hari ini dengan menguat moderat 0,09%  untuk terhenti di kisaran 6.417,07 setelah sempat menginjak zona pelemahan   secara konsisten di sesi perdagangan sore.  Gerak IHSG yang anti klimaks dalam merespon sentimen positif global kali ini bukanlah mengejutkan, mengingat dalam dua hari sesi perdagangan sebelumnya telah memaksa untuk membukukan penguatan secara beruntun di tengah keraguan sentimen yang hinggap.

Sementara Investor di bursa saham Asia  terlihat mampu mengikuti jejak optimisme   dalam  menyambut pernyataan Powell.  Secara keseluruhan, Investor menilai  pernyataan Powell sebagai telah memberikan  arah yang meyakinkan  untuk menurunkan   suku bunga acuan  di bulan Juli ini. Tekanan beli akhirnya lebih dominan, dan gerak naik indeks menjadi tak terelakkan. Hingga berakhirnya sesi perdagangan,   indeks Nikkei (Jepang)  terpantau menguat   0,51% untuk menjangkau posisi 21.643,53,  indeks Hang Seng (Hong Kong)  melompat 0,81% untuk berada di posisi 28.431,8, sementara indeks ASX 200 (Australia)   menanjak 0,39% untuk berada di posisi 6.716,1, serta indeks KOSPI (Korea Selatn) yang terbang  1,06% untuk berada di kisaran 2.080,58.

Gerak berbeda dari IHSG terpantau mendera nilai tukar mata uang Rupiah dengan mampu beralih membukukan penguatan tajam di sepanjang sesi perdagangan  hari ini.  Meski demikian, sebagaimana diperkirakan sebelumnya, masih terlihat terlalu sulit bagi Rupiah untuk menundukkan Dolar AS menembus kisaran Rp13.000-an. Hingga sesi perdagangan sore ini, Rupiah terpantau diperdagangkan di kisaran Rp14.060 per Dolar AS atau menguat tajam 0,46% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan hari sebelumnya. Gerak menguat Rupiah tercatat sebagai  yang paling tajam di antara seluruh mata uang Asia hari ini. Pantauan juga menunjukkan, seluruh mata uang Asia yang mampu bergerak seragam di zona penguatan hingga sore ini.