Perjuangan untuk menjadikan bandara Djalaludin Gorontalo sebagai embarkasi haji penuh dan bandara internasional ini tidak mudah

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie berhasil meyakinkan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk menjadikan Bandara Djalaludin menjadi Embarkasi Haji Penuh.

Keberhasilan ini tertuang dalam pembahasan studi tinjau ulang  (review) Rencana Induk Bandara Djalaluddin yang dipaparkan oleh konsultan di depan sejumlah stakeholder dalam sebuah rapat di Direktorat Bandar Udara, Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Rapat yang dipimpin Kepala Sub-Direktorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Budi Sujatmiko ini dihadiri Kepala Bandara Djalaluddin dan Bappeda Provinsi Gorontalo.

“Alhamdulillah para tim teknis Kementerian Perhubungan mendukung dimasukkan dalam review rencana induk untuk mengakomodir menjadi bandara haji penuh, bandara alternatif  Sam Ratulangi Manado, kargo udara dan penerbangan internasional dalam mendukung program pariwisata,” kata M. Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Kamis (11/7/2019).

Perjuangan untuk menjadikan bandara Djalaludin Gorontalo sebagai embarkasi haji penuh dan bandara internasional ini tidak mudah.

“Bapak Gubernur telah memperjuangkan Bandara Djalaludin menjadi Embarkasi Haji Penuh dari beberapa tahun lalu, kemudian dari hasil studi ini akan dijadikan dasar pembuatan keputusan Menteri Perhubungan tentang Rencana Induk Bandara Djalaluddin Gorontalo tahun 2019-2038,” ujar M Jamal Nganro.

Dengan dijadikannya Bandara Djalaludin Gorontalo menjadi Embarkasi Haji Penuh, maka jamaah calon haji tidak perlu ke Makasar, yang artinya penerbangan dari Gorontalo langsung ke Arab Saudi, jelas Jamal Nganro. 

Untuk bandara haji kesiapan infrastruktur diproyeksikan tahun 2022 dapat terwujud dengan ketentuan daerah dapat menyiapkan lahan kurang lebih 50 ha untuk perpanjangan landasan menjadi 3.000 m dan pembangunan taxiway paralel dan pembangunan  Apron untuk pesawat khusus angkutan haji.

“Bandara Djalaluddin termasuk salah satu bandara yang akan dikaji untuk diusulkan menjadi bandara internasional dalam mendukung program pariwisata,” kata M. Jamal Nganro menegaskan.