Kerja keras dan pengabdian POLRI telah dirasakan hasilnya oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi atas kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan selama tahun 2018. Kerja keras dan pengabdian POLRI telah dirasakan hasilnya oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan atas kerja keras, pengabdian, pengorbanan, dan perjuangan tanpa pernah mengenal lelah, yang ditunjukkan personel Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,“ ujarnya saat memberikan sambutan pada HUT Bhayangkara ke-73 di Monumen Nasional (MONAS), Jakarta, Rabu (10/07).

Serangkaian acara nasional maupun internasional dapat berjalan lancar berkat kerja Polri. Mulai dari Asian Games, IMF-World Bank Annual Meeting 2018, dan juga pemilu serentak beberapa waktu lalu.

Selain itu, berdasarkan laporan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Indeks Reformasi Birokrasi POLRI mengalami peningkatan. Hal ini juga turut disertai dengan keberhasilan mewujudkan 69 Zona Integritas, yang terdiri dari 64 satuan kerja dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan 5 satuan kerja dengan predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

“Dengan berbagai capaian tersebut, tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat. Ini ditunjukkan oleh berbagai hasil survei dari lembaga-lembaga survei yang kredibel yakni POLRI menjadi salah satu lembaga yang dipercaya publik, setelah KPK dan TNI,” ungkapnya.

Lanjutnya dikatakan, dalam pengelolaan keuangan, Polri telah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Laporan keuangan Polri meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan selama 6 tahun berturut-turut. Tidak berhenti sampai disitu, keberhasilan Polri dalam mengungkap kasus kejahatan juga diapresiasi mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Mulai dari kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, kejahatan lintas negara seperti terorisme, perdagangan narkotika, perdagangan orang, dan kejahatan siber, lalu kejahatan tindak pidana korupsi. Sepanjang tahun 2018, Polri telah berhasil mengungkap kerugian negara senilai Rp 2,9 triliun dan menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Terlepas dari segala prestasi yang diraih Polri, Presiden Joko Widodo mengingatkan agar anggota POLRI tidak berpuas diri terhadap tantangan ke depan. Untuk itu, Presiden Joko Widodo memberikan lima instruksi kepada Polri sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas. Pertama, Polri harus terus meningkatkan kualitas SDM guna menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks. Kedua, Polri juga harus mengedepankan strategi proaktif dan preventif dengan pendekatan dan tindakan humanis.

Ketiga, peningkatan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, dan cepat. Keempat, Polri terus meningkatkan profesionalisme dan transparansi dalam penegakan hukum, serta memberikan rasa adil kepada masyarakat. Terakhir, memperkuat koordinasi dengan TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat, dalam memelihara keamanan dan ketertiban sosial