Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS kini semakin dekat untuk segera menembus Rp13.000-an per Dolar AS.

Menutup sesi perdagangan saham pagi  hari  ini, Kamis (11/7), gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) justru terlihat anti klimaks dengan  berakhir turun tipis di tengah positifnya seluruh  indeks di bursa saham utama Asia.  Sementara  pola gerak kontras dengan IHSG terjadi dengan nilai tukar mata uang Rupiah yang berhasil membukukan gerak balik penguatan mengesankan.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, serntimen   dari pernyataan  pimpinan bank sentral AS,  The Fed, Jerome Powell yang menilai  bahwa perekonomian AS secara keseluruhan telah mulai menampakkan tanda-tanda pelemahan sebagai imbas dari perang dagang menjadi perhatian besar investor, yang telah menjadi perhatian utama investor kali ini. Sentimen tersebut sebelumnya telah berhasil membuat indeks Wall Street menutup di zona penguatan. 

Investor di bursa saham Asia juga terlihat mencoba mengikuti jejak  dalam  menyambut pernyataan Powell tersebut.  Meski demikian,  dampak dari pernyataan Powell tersebut terlihat masih belum seragam dalam mengangkat bursa saham Asia.  Secara keseluruhan, pernyataan Powell dinlai investor sebagai arah yang meyakinkan  bagi suku bunga acuan  untuk   segera diturunkan di bulan Juli ini. Tekanan beli akhirnya lebih dominan, dan gerak naik indeks menjadi tak terelakkan. Hingga berakhirnya sesi perdagangan pagi di bursa saham Indonesia,   indeks Nikkei (Jepang)  terpantau menguat   0,53% untuk menjangkau posisi 21.648,42,  indeks Hang Seng (Hong Kong)  melompat 1,19% untuk berada di posisi 28.539,74, sementara indeks ASX 200 (Australia)   menanjak 0,54% untuk berada di posisi 6.726,2, serta indeks KOSPI (Korea Selatn) yang terbang  1,23% untuk berada di kisaran 2.084,09.

Pada busa saham Indonesia, gerak IHSG justru terlihat tertatih-tatih  untuk bertahan di zona positif  di sepanjang sesi pagi ini. IHSG kemudian menutup  sesi dengan melemah tipis 0,07% untuk terhenti di kisaran 6.406,01.

Pola gerak IHSG terlihat kontras dengan patauan di pasar valuta, di mana gerak nilai tukar mata uang Rupiah mampu membukukan penguatan mengesankan. Sentimen dari pernyataan The Fed akhirnya mampu melonjakkan Rupiah  dan seluruh mata uang Asia di siang ini.  Pantauan terkini menunjukkan, nilai tukar Rupiah yang telah melonjak 0,46%  untuk doperdagangkan di kisaran Rp14.060 per Dolar AS. Lonjakan Rupiah sekaligus mencatatkan diri sebagai yang tertajam di antara seluruh mata uang Asia.