Polisi resmi menetapkan tiga artis yakni Pablo Benua, Rey Utammi, dan Galih Ginanjar sebagai tersangka dalam kasus video ikan assin. Pasangan suami istri Pablo dan Rey pun akan langsung ditahan.

"Ya sudah (ketiganya sudah ditetapkan tersangka)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis (11/7).

Sementara itu, pengacara Rey Utami dan Pablo Benua, Farhat Abbas membenarkan bahwa kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka penetapan tersangka.

Selain Rey Utami dan Pablo Benua, Farhat menyebut bahwa aktor Galih Ginanjar juga sudah berstatus tersangka.

"Ya ketiganya naik status jadi tersangka," kata Farhat saat dilansir dari Antara.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan menambahkan, penetapan status tersangka itu dilakukan setelah proses pemeriksaan terhadap ketiganya.

Dalam proses pemeriksaan itu, kata Iwan, penyidik menemukan ada unsur pidana dalam kasus tersebut. "Setelah diperiksa ya terpenuhi unsur pidananya," ujar Iwan.

Diungkapkan Iwan, saat ini Rey dan Pablo masih menjalani proses pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Surat penangkapan diketahui telah diberikan oleh penyidik terhadap keduanya.

"Masih dalam tahap pemeriksaan, penangkapan di Polda Metro Jaya," tuturnya.

Terkait dengan penangkapan Galih, dikatakan Iwan, bergantung pada keputusan penyidik apakah akan melakukan pemanggilan terlebih dulu atau akan langsung melakukan penangkapan.

Kasus ini bermula saat artis Fairuz A Rafiq melaporkan Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua dalam kasus pencemaran nama baik lewat unggahan di akun YouTube. Dalam unggahan video di YouTube itu, terdapat kalimat yang dinilai tidak pantas dan merugikan Fairuz.

Laporan itu diterima dengan nomor laporan LP/3914/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimus. Pihak Fairuz melaporkan mereka dengan Pasal 27 ayat (1) junto Pasal 45 ayat (1) atau Pasal 27 ayat (3) junto Pasal 45 ayat (1) UU RI nomer 11 tahun 2008 tentang ITE.

Pada pemeriksaan Jumat (5/7) lalu, Galih Ginanjar telah menyampaikan motif terkait pernyataan 'bau ikan asin'. Kepada penyidik, Galih disebut mengaku sengaja ingin mempermalukan Fairuz dengan kata-kata "bau ikan asin" yang diucapkannya.

"Kemudian dari keterangan saudara Galih berkaitan dengan apa yang dia sampaikan, ya memang intinya yang bersangkutan mengakui dia mengatakan seperti itu (bau ikan asin). Dia motifnya ingin mempermalukan mantan istrinya. Intinya untuk mempermalukan," ujarnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin (8/7).