Huawei mengubah kembali strategi bisnisnya

Perang dagang Amerika Serikat dan China mulai mereda usai dua pemimpin mereka, Donald Trump dan Xi Jinping, bertemu di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang.

Kedua negara sepakat untuk gencatan senjata dari perang dagang yang terjadi. Trump pun akhirnya mengizinkan Huawei melakukan bisnis dengan perusahaan AS lagi.

Usai 'perdamaian' itu, lantas bagaimana nasib sistem operasi (OS) HongMeng yang sedang dikembangkan Huawei?

Dilansir dari laman Soyacincau, nampaknya raksasa teknologi China itu mengubah kembali strategi bisnisnya. Seperti yang dilakukan Huawei di Malaysia.

Country Director Huawei Malaysia, Bill Liu, mengaku akan tetap menggunakan Android untuk saat ini. "Kami akan tetap menjadi pendukung setia ekosistem Android. Kami berharap dapat berpartisipasi penuh dalam pengembangan ekosistem ini di masa depan," ungkapnya.

Namun, Liu mengakui bahwa jika ada keadaan di masa depan di mana Huawei dilarang memakai ekosistem Android, mereka sudah memiliki rencana cadangan (Plan B).

Artinya, Huawei akan terus memperbaiki dan mengembangkan Hongmeng. Bedanya sekarang adalah Huawei memiliki landasan yang lebih panjang untuk mengembangkan sistem operasinya yang menjadi alternatif yang layak sebagai pengganti Android.

Kemudian, apakah Android Q akan menjadi perangkat Huawei, di mana saat ini sudah muncul versi Beta dari pembaruan OS yang saat ini sedang berlangsung?

Liu hanya menjawab singkat tapi tidak memberikan kepastian. "Jadikan itu mungkin," kata dia, mengutip slogan milik Huawei.

Sebagai informasi, Huawei telah mendaftar merek Huawei HongMeng di China dan merek Ark di Uni Eropa. Kini OS tersebut sedang diujicobakan dan ditargetkan akan dirilis akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Ide membuat OS sendiri ini digagas tujuh tahun lalu di sebuah vila yang menghadap ke sebuah danau di Shenzhen, China.

Ketika itu, kelompok kecil eksekutif Huawei Technologies yang dipimpin oleh pendiri Ren Zhengfei mengadakan pertemuan tertutup yang berlangsung selama beberapa hari.

Di sana mereka bertukar pikiran tentang bagaimana Huawei harus menanggapi meningkatnya keberhasilan Google Android di seluruh dunia, OS yang mereka gunakan di ponsel Huawei. Mereka khawatir ketergantungan pada Android dapat membuat perusahaan rentan terhadap larangan AS di masa depan.