Setelah mengeluarkan fatwa haram terhadap gim PUBG dan sejenisnya tersebut, MPU Aceh berharap kepada pemerintah untuk berupaya agar bisa memblokir konten-konten gim PUBG

Ulama Aceh memfatwakan gim PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) dan sejenisnya, haram hukumnya. Gim ini dinilai menampilkan unsur kekerasan, pornografi, hingga islamfobia.

Keputusan ini diambil para ulama yang tergabung dalam Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) usai melakukan pengkajian selama tiga hari, 17-19 Juni 2019 di Aula Sekretariat MPU.

"Hasil kajian kami selama tiga hari menyimpulkan bahwa bermain PUBG dan sejenisnya adalah haram," kata Wakil Ketua MPU Aceh, Teungku H Faisal Ali, dilansir dari acehkini.

"Karena menciptakan kebrutalan, berpotensi mengubah perilaku penggunanya menjadi negatif, dan macam lainnya. Sehingga disimpulkan bahwa itu haram," ujar ulama yang akrab disapa Lem Faisal itu.

Dalam mengkaji dan mendalami gim PUBG dan sejenisnya secara komprehensif, kata Lem Faisal, pihaknya turut melibatkan para ahli di luar MPU, di antaranya ahli informasi teknologi dan ahli psikologi.

"Yang kami haramkan PUBG dan gim perang lain sejenisnya yang bentuknya mengajarkan unsur-unsur kekerasan, unsur pornografi dan islamofobia. Gim bentuk-bentuk seperti itu semuanya kita larang, baik online maupun offline, termasuk PlayStation. Ada unsur kekerasan tetap haram," sebutnya.

Setelah mengeluarkan fatwa haram terhadap gim PUBG dan sejenisnya tersebut, MPU Aceh berharap kepada pemerintah untuk berupaya agar bisa memblokir konten-konten gim PUBG dan sejenisnya.

"Kami berharap kepada pemerintah untuk berupaya agar bisa memblokir konten-konten game yang mengajarkan kekerasan baik fisik maupun psikologi kepada generasi masa depan kita," tutur Teungku Faisal Ali.