Investor terlihat masih mengandalkan sentimen prospek tercapainya kesepakatan dagang AS-China di sesi perdagangan kali ini, Rabu (19/6).

Menutup sesi perdagangan saham hari ini, Rabu (19/6),  gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) terlihat  terhenti  dengan kenaikan tajam. Gerak IHSG terlihat  konsisten  menapak  zona penguatan signifikan di sepanjang sesi  perdagangan pertengahan pekan ini. Gerak konsisten menguat IHSG kali ini juga  terjadi di tengah lonjakan  tajam yang mendera seluruh bursa saham Asia.

Laporan sebelumnya menyebutkan, pelaku pasar di Asia  yang semakin yakin dan optimis dengan serangkaian kabar terkini yang beredar.  Sentimen paling utama kali ini datang dari harapan pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di gelaran KTT G-20 mendatang di Jepang. Harapan akan pertemuan tersebut sekaligus  membuka peluang lebar untuk meredakan perang dagang yang telah terlanjur memanas dalam dua bulan terakhir.

Selain sentimen tersebut, Investor di Asia juga masih mempertimbangkan harapan akan penurunan suku bunga oleh The Fed pada pekan ini, di mana semakin menambah faktor pendorong untuk melakukan aksi akumulasi. Gerak Indeks di bursa Asia akhirnya secara keseluruhan mencetak kenaikan sangat tajam  hingga siang ini. Hingga sesi perdagangan pagi ditutup di bursa  saham Indonesia, indeks Nikkei (Jepang) melonjak 1,72% untuk berada di posisi 21.333,87, indeks Hang Seng (Hong Kong) melonjak  fantastis 2,56% untuk berada di posisi 28.202,14, sementara indeks ASX 200 (Australia) membukukan kenaikan tajam 1,19% untuk berada di posisi 6.648,1, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang menguat 1,24% untuk berada di kisaran 2.124,78. Pada bursa saham Indonesia, gerak IHSG terlihat kukuh menapak penguatan untuk akhirnya menutup sesi dengan menguat tajam 1,3% di kisaran 6.339,26.

Sementara dari pasar valuta disebutkan, gerak nilai tukar mata uang Rupiah yang masih mampu bertahan di zona penguatan hingga sesi perdagangan sore ini. Gerak menguat Rupiah terlihat konsisten dan terjadi di tengah kecenderungan melemah terbatas  mata uang Asia. Terkini, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp14.265 per Dolar AS atau menguat 0,38% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan hari sebelumnya. Penguatan Rupiah juga terlihat menjadi yang tertajam diantara seluruh mata uang Asia.

Baik penguatan Rupiah maupun IHSG, sentimen yang melingkupinya terlihat bermuara dari jalinan hubungan telephone antara Trump dan Xi, di mana membuka lebar peluang tercapainya kesepakatan dagang guna mengakhiri  perang dagang.