Sentimen dari Trump dan The Fed diyakini masih akan mendominasi jalannya sesi perdagangan sepanjang pekan ini.

Tak dapat dibantah, hingga sesi perdagangan sepanjang pekan ini, investor tak memiliki pilihan lain dengan harus mengikuti arahan dari pernyataan Presiden AS Donald Trump maupun pimpinan The Fed, Jerome Powell.  Kejutan masih sangat mungkin terjadi, dan oleh karenanya sentimen dari duat Trump-The Fed akan mengajak investor untuk melakukan ‘sport jantung.’

Pernyataan Trump menyangkut kebijakan kerasnya terhadap China, serta sinyal yang lebih tegas dari The Fed untuk menurunkan suku bunga acuan akan menjadi menu wajib yang melelahkan sepanjang pekan ini. Namun di tengah kelalahn tersebut, investor juga masih harus waspada dengan serangkaian agenda rilis data perekonomian terkini sebagaimana tersaji berikut:

Agenda pertama datang dari Bank sentral Eropa (ECB), di mana Gubernur ECB  Mario Draghi akan merilis pernyataan  pentingnya, agenda ini akan berlangsung pada Selasa jam 01.00 dinihari waktu Indinesia barat (wib).  Selang 8 jam kemudian, giliran pimpinan bank sentral Australia yang akan merilis hasil pertemuan kebijakan moneternya.  Pelaku pasaar akan kembali mencermati dengan serius nilai tukar mata uang Dolar Australia yang telah semakin terpangkas dalam beberapa pekan sesi perdagangan terakhir.

Pada Selasa jam 22:00 wib, giliran Gubernur Bank Sentral Inggris yang akan mengeluarkan pernyataannya, di mana kinerja perekonomian Inggris  kini harus mulai menghadapi terpaan peluang Brexit tanpa kesepakatan dengan Uni Eropa.  Pada sesi perdagangan Rabu (19/6) jam 16:30 wib  agenda rilis data kembali datang dari Inggris yang akan mengumumkan data inflasi  tahunan.  Lagi-lagi, kinerja perekonomian Inggris akan semakin tersorot dan nilai tukar Poundsterling akan kembali menghadapi pertaruhan. Berselang 4 jam kemudian, giliran otoritas Kanada yang akan merilis data inflasi bulanan.  

Pelaku pasar kemudian  dipaksa untuk melahap sentimen yang beruntun dari AS, di mana pada Kamis (20/6) jam 02:00 WIB gelontoran pernyataan akan datang dari The Fed, dan bahkan sangat mungkin The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya kali ini  sebagaimana desakan yang telah mulai muncul serta ekspektasi pasar.  Pada  hari yang sama, jam 19:00 wib, otoritas moneter Inggris yang dijadwalkan akan memutuskan kebijakan suku bunga acuan.

Pada sesi perdagangan penutupan pekan ini, Jumat (21/6), rilis data akan datang dari pemerintah Kanada  menyangkut penjualan ritel bulanan.  Rilis data dari Kanada ini sekaligus akan menutup hiruk-pikuk agenda pekan ini.

Lagi-lagi perlu ditekankan, serangkaian  agenda rilis data tersebut masih harus beradu dengan kejutan yang  mungkin hadir dari pernyataan keras Trump atau pun The Fed, dan oleh karenanya, investor perlu mempersiapkan jantung yang kuat guna terhindar dari rasa frustasi.