Polisi resmi menetapkan Andi Wibowo (53), pengemudi BMW yang menodongkan pistol di Jalan Alaydrus, Jakarta Pusat, sebagai tersangka. Polisi juga menemukan fakta pistol yang digunakannya untuk menodong pengemudi Panther itu juga asli.

Wakapolres Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian menjelaskan, Andi Wibowo adalah Direktur PT Vektor. Perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan UPS.

"Yang bersangkutan adalah Direktur di PT V, pengadaan UPS," ujar Arie di Mapolres Jakpus, Jakarta, , Sabtu (15/6/2019).

BMW kelir hitam Nopol B 1764 PAF yang dikendarai pelaku juga merupakan milik perusahaan. Hal itu berdasarkan keterangan staf HRD yang diminta kesaksian oleh polisi.

Mengenai senjata yang dibuat untuk menodong pengemudi Panther, polisi menyatakan, senjata itu asli.

"Senjata tersebut merupakan pistol pabrikan Walther, yang memiliki kaliber 32, berwarna silver, dan bernomor pabrik 3023 AAA," jelas Arie.

Sesuai keterangannya pada polisi, Andy sudah 5 tahun memiliki senjata tersebut. Bahkan, ia memiliki surat-surat kepemilikan senjata. “Yang bersangkutan sudah menggunakan senjata ini kurang lebih 5 tahun,” kata Arie.

Menurut pengakuan tersangka, dalam kurun waktu 5 tahun ia belum pernah menggunakan senjata api ini. Namun pada saat kejadian, Andy memang membawa senjata api untuk perlindungan diri. “Motifnya memang yang bersangkutan memiliki senjata ini untuk bela diri,” kata Arie.

Meski Andy memiliki surat izin, polisi masih akan memeriksa keaslian surat tersebut. Terlebih karena pelaku tidak terdaftar di Perbakin (Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia).

“Iya di sana ada syarat dan ketentuan terkait dengan syarat dan penggunaan senjata. Nanti itu dari Wasendak (Pengawas Senjata dan Bahan Peledak), dari bagian perizinan yang bisa menjelaskan,” kata Arie.

Saat dipamerkan ke depan media, senjata tersebut masih memiliki 8 peluru lengkap. Salah seorang reserse yang memamerkan senjata tersebut mengatakan bahwa peluru yang ada di dalam tersebut merupakan peluru tajam.

Atas perbuatannya, Andy dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa dilengkapi surat izin yang sah.

"Kalau ancaman hukuman UU Darurat 12 tahun, untuk 335 perbuatan tidak menyenangkan 1 tahun," kata Arie.