Sistem operasi bikinan Huawei, Hongmeng, hingga ini masih belum secara rinci diterima publik.

Perusahaan raksasa teknologi asal China, Huawei  terlihat masih berupaya keras untuk bertahan daqri sanksi keras yang diluncurkan oleh Presiden AS Donald Trump.  Sebagaimana diwartakan  sebelumnya, sanksi keras Trump terhadap Huawei yang sangat luas dan mencakup hampir seluruh aspek penting dalam peroduksi smartphone.

Trump disebutkan telah melarang seluruh entitas bisnis AS untuk menjalin kerjasama  bisnis dengan  Huawei. Sanksi keras ini membawa konsekuensi berat karena sejumlah besar aspek penting produksi smartphone selama ini masih harus bersumber dari perusahaan asal Amerika Serikat. Huawei dengan demikian tidak saja  kesulitan untuk mendapatkan pasokan chip yang sangat esensial dalam pembuatan Smartphone, namun juga diharuskan tidak memakai lagi sistem operasi berbasis Android yang dibuat oleh Google, yang merupakan raksasa perusahaan teknokogi asal AS.

Keharusan melepaskan sistem operasi besutan Google, Android akan dengan sendirinya memukul sangat telak Huawei, terutama di pasar non China yang selama ini telah menjadi salah satu  pasar penting bagi Huawei.

Untuk mengatasi hal tersebut, Huawei dilaporkan sedang memproses pembuatan sistem operasinya sendiri yang diberi nama Hongmeng.  Hingga kini masih belum jelas sistem operasi Hongmeng sebagaimana telah diumumkan pimpinan Huawei, Andrew Williamson. Sejumlah laporan hanya menyebutkan, bahwa sistem operasi tersebut telah  disematkan opada lebih dari satu juat unit smartphone di pasar China.

Laporan terkait sebelummnya juga menyebutkan, sistem operasi Hongmeng yang akan menyebar di beberapa negara, namun hingga kini masih belum jelas negara mana saja. Laporan lain juga menyebutkan bahwa  sistem operasi Hongmeng cukup kompatible dengan sistem operasi milik Google.

Hongmeng sebelumnya juga disebutkan akan diluncurkan beberapa bulan ke depan, namun waktu pastinya masih belum tersedia.

Cepatnya Huawei mengganti atau beralih ke sistem operasi Hongmeng, di mana sebelumnya telah diklaim menjalani bertahun-tahun penelitian, kini tentu menjadi pertanyaan menarik, apakah pasar akan dengan mudah menerimanya? Apapun, langkah keras Trump dalam memberikan sanksi pada Huawei memang telah memaksa Huawei bertahan dari ancaman kepunahan. Sebelumnya sanksi keras Trump juga disebutkan menyulitkan Huawei dalam memperoleh teknologi chip yang bergitu banyak dan berkembang pada produk smartphone, di mana China secara keseluruhan setidaknya membutuhkan waktu hingga 20 tahun untuk lepas dari ketergantungan dari pasokan teknologi AS.