Akibat dari gerak naik tajam yang berlanjut, saham SMBR kini di ambang pembentukan tren penguatan jangka menengah.

Sesi perdagangan  saham pagi ini, Kamis (13/6) kembali diwarnai dengan ‘ulah’ salah satu saham yang sering dibincangkan di internet. Adalah saham pabrik semen PT Semen Baturaja Tbk., yang kembali melakukan gerak melompat fantastis. Pantauan menunjukkan, saham yang diperdagangkan  dengan kode SMBR tersebut sempat mencetak titik termahalnya di Rp915 per lembarnya.

Namun gerak harga SMBR kemudian menurun sedikit untuk ditutup di kisaran Rp870 per lembar di sesi perdagangan pagi ini. Hal ini berarti, saham SMBR telah melompat  tajam hingga lebih dari 50% hanya dalam dua hari sesi perdagangan terakhir.  Dalam ulasan teknikal  edisi 12 Juni lalu, telah diperingatkan kemungkinan saham SMBR untuk dengan cepat berbalik membentuk tren penguatan jangka menengah bila mampu melanjutkan gerak naik sebgaimana terjadi pada sesi perdagangan pagi ini.

Untuk sekedar mengingatkan, berkut kembali kutip sebagian tinjauan teknikal yang dimuat pada edisi 12 Juni lalu:

“Praktis, gerak naik signifikan hanya terjadi di sesi perdagangan pagi ini dan  yang mengejutkan adalah terjadi dengan langsung mencolek   batas atas auto  reject.  Namun persoalan teknikal tidak berhenti di sini. Investor yang berniat melakukan aksi akumulasi terhadap SMBR kini akan lebih bijak untuk menantikan terbentuknya tren penguatan yang meyakinkan.

Pola grafik terkini  menunjukkan, saham SMBR akan mampu berbalik membentuk tren penguatan (atau tren beli) jangka menengah bila mampu bergerak konsisten di atas kisaran Rp640 selama 7 hari sesi perdagangan.  Bila hal ini terjadi, maka indikator garis MA-Signal akan terangkat dan sekaligus menembus batas teknikal psikologisnya  untuk sekaligus membentuk tren penguatan jangka menengah.

Gerak naik yang masih berlangsung sehari, betapapun tajamnya, harus ditambah dengan faktor waktu untuk menguji  kekuatan tekanan beli yang tersedia.   Barangkali saham SMBR hendak mengikuti tren yang terjadi pada pola grafik IHSG dan sejumlah saham unggulan lainnya yang bersiap beralih membentuk tren penguatan jangka menengah. Namun 7 hari sesi perdagangan ke depan akan menjadi masa penentuan yang penting bagi saham SMBR untuk membuktikannya.”