Gerak IHSG terlihat konsisten menapak pelemahan signifikan di sepanjang sesi perdagangan pagi ini, Rabu (12/6).

Sesi perdagangan pagi hari ini, Rabu (12/6),  akhirnya ditutup dengan gerak turun  indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia.  IHSG terlihat menutup sesi dengan turun 0,56% untuk terhenti di posisi 6.270. Gerak turun IHSg kali ini terjadi di tengah tekanan jual  ringan yang terus mendera seluruh bursa saham Asia. Pantauan menunjukkan, hampir seluruh indeks dibursa utama Asia yang tersaruk di zona merah hingga siang ini.

Investor di Asia terlihat masih berupaya untuk bertahan dengan sikap optimisnya, namun serangkaian sentimen terkini yang hadir terlihat tidak cukup mampu untuk menahan tekanan jual yang terjadi.  Seperti diwartakan sebelumnya,  secara  umum  investor yang masih mengandalkan sentimen di sesi perdagangan sebelumnya, di mana telah membuat indeks Wall Street  berakhir dengan penurunan tipis.  Sentimen tambahan terkini hanya datang dari Presiden AS Donald Trump yang menilai kuatnya nilai tukar Dolas AS telah membuat kerugian pada perekonomian AS.

Gerak indeks akhirnya cenderung tertekan namun dalam rentang yang terbatas.  indeks Nikkei (Jepang) tercatat beralih turun  0,2% untuk berada di kisaran 21.162,47, indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah 1,67% untuk berada di posisi 27.324,93, sementara indeks ASX 200 (Australia) menanjak 0,06% untuk berada di posisi 6.550,2, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik 0,19% untuk berada di posisi 2.107,76.

Pola gerak indeks yang cenderung tertetak di bursa saham utama Asia akhirnya semakin meyakinkan IHSG di Jakarta untuk menapak penurunan signifikan. Terlebih, dalam dua hari sesi perdagangan sebelumnya, IHSG telah melakukan gerak naik tajam dan beruntun. Potensi untuk melakukan koreksi teknikal akhirnya mendapatkan momentum dari bimbangnya gerak indeks di bursa saham global.

Agak berbeda dengan pola gerak IHSG, laporan dari  pasar valuta menunjukkan gerak nilai tukar mata uang Rupiah yang akhirnya beralih ke zona pelemahan setelah sempat konsisten menapak penguatan.  Hingga siang ini, Rupiah tercatat ditransaksikan di kisaran Rp14.250 per Dolar AS atau melemah  0,1% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan hari sebelumnya. Pelemahan Rupiah terlihat berseiring dengan kecenderungan melemah hampir seluruh mata uang Asia. Mata uang Asia terpantau hanya menyisakan Dolar Hong Kong dan Baht Thailand yang masih mampu bertahan di zona penguatan sangat tipis.