Dalam menuntaskan kasus makar, Polri harus lebih dulu membersihkan internalnya

Indonesia Police Watch (IPW) memberikan apresiasi kepada Polri yang menjadikan mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Purn Sofyan Jacob sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, menyatakan, penetapan tersangka itu menunjukkan Polri sangat serius untuk menuntaskan kasus makar. Untuk itu, polisi juga harus bertindak cepat dalam menangani kasus Sofyan Jacob.

"Polri juga harus segera menahan Komjen Purn Sofyan Jacob. Sehingga Polri tidak dituduh tebang pilih dalam menuntaskan dugaan kasus makar," kata Neta dalam keterangan yang diterima Bizlaw.id.

Neta menilai, penahanan itu harus segera dilakukan agar Sofyan Jacob tidak mempersulit proses penyidikan dan tidak menghilangkan barang bukti, mengingat Sofyan adalah polisi senior yang sangat paham liku liku proses penyidikan.

Selain Sofyan, IPW juga mendesak segera memeriksa tujuh jenderal purnawirawan Polri lainnya yang ikut rapat dengan Sofyan Yacub. Mereka adalah Irjen A, Irjen HP, Brigjen SH, Brigjen DS, Brigjen Z, Brigjen ES, dan Brigjen Har. Semuanya purnawirawan Polri.

"Jika ketujuh jenderal senior itu ikut terlibat dalam upaya makar, mereka juga harus dijadikan tersangka dan segera ditahan," ujarnya.

Dalam menuntaskan kasus makar, Polri harus lebih dulu membersihkan internalnya agar upaya penegakan hukum yang sedang dilakukan kepolisian tidak digerogoti atau direcoki dari dalam, terutama dari para purnawirawan yang masih punya akses ke internal penyidik Polri.

Artinya, setelah menjadikan Sofyan Yacob sebagai tersangka, Polri perlu memeriksa tujuh jenderal purnawirawan lainnya yang "ikut" bersama Sofyan. Setelah itu Polri perlu menelusuri apakah ada jenderal aktif atau perwira aktif di tubuh Polri yang ikut mendukung gerakan yang dilakukan Sofyan Yacub.

"Jika ada, pembersihan harus segera dilakukan agar keterlibatan mereka tidak menjadi duri dalam daging bagi Polri dalam melakukan upaya penegakan hukum terhadap para tersangka makar maupun kerusuhan 22 Mei," ujarnya.