Ambisi Huawei untuk menahbiskan diri sebagai produsen smartphone terbesar dunia menggulingkan Samsung di tahun ini buyar seketika akibat sanksi Trump.

Mimpi Perusahaan raksasa teknologi asal China, Huawei untuk menjadi produsen smartphone terbesar dunia nampaknya benar-benar akan buyar.  Sebagaimana dimuat dalam sejumlah laporan sebelumnya, sanksi pelarangan yang telah diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang telah melumpuhkan perusahaan yang selama ini dinlai sebagai sangat dekat dengan pemerintahan komunis China itu.  

Untuk diingat, larangan Trump sebelumnya yang telah memaksa seluruh entitas bisnis AS menghentikan kerjasama bisnis dengan Huawei, di mana membuat produk smartphone Huawei langsung kehilangan pasarnya dalam jumlah yang sangat besar, terutama di luar China. Sebuah pernyataan terkini yang dimuat berbagai media menyebutkan, pimpinan Huawei, Shao Yang yang menyatakan bahwa selama ini Huawei telah menjual sekitar 500.000 hingga 600.000 unit smartphonenya setiap hari.

Huawei bahkan sebelumnya telah menargetkan untuk menjadi produsen smartphone terbesar dunia dengan menggulingkan Samsung (raksasa perusahaan teknologi asal Korea Selatan) di akhir tahun ini.   Catatan menunjukkan, Samsung yang dalam beberapa tahun terakhir yang memang telah berhasil menahbiskan diri sebagai produsen smartphone terbesar dunia.

Namun mimpi Huawei untuk menggulingkan Samsung nampaknya kini  harus buyar akibat  pelarangan yang disulut Trump.  Bahkan lebih parah lagi, akibat sanksi yang diberikan Trump, sejumlah pihak menilai bahwa  sangat mungkin produk smartphone Huawei  akan segera lenyap dari pasar non China.  Hal ini terutama  akibat meluasnya sanksi yang diberlakukan Trump, di mana Huawei terpaksa harus melepas sistem operasi yang paling populer di dunia, Android yang besutan Google asal Amerika Serikat.

Sementara pada sisi lainnya, pasok Chip yang sangat elementer bagi produk smartphone selama ini juga hanya tersedia dengan baik dari perusahaan asal AS. Pelarangan Trump dengan demikian membuat Huawei mengalami kelumpuhan  dalam memproduksi smartphone, dan mimpi Huawei untuk menggilingkan Samsung harus buyar.

Sejumlah analis sebelumnya juga menyebutkan, membutuhkan waktu yang sangat panjang bagi China untuk lepas dari ketergantungan pasokan Chip dari Amerika Serikat. Per4kiraan kasar menyebutkan, setidaknya China yang masih membutuhkan antara 10 hingga 20 tahun untuk mampu membuat produk Chip sendiri dan sekaligus lepas dari ketergantungan pada pabrikan asal AS.