Gerak nilai tukar Rupiah terpantau mampu untuk mencoba kembali menguat di sesi perdagangan awal pagi ini, Rabu (12/6).

Mengawali sesi perdagangan hari ketiga pekan ini, Rabu (12/6), indeks harga saham gabungan (IHSG) terlihat merosot tajam 0,56% untuk berada di kisaran 6.270,35 dalam sesi pra pembukaan pasar.   Tekanan jual yang mendera IHSG terjadi sesuai dengan perkiraan sebelumnya, di mana usai mampu melakukan penguatan secara paksa, potensi koreksi teknikal kini mendapatkan momentum dari ragunya pasar global.

Sementara laporan dari sesi perdagangan di bursa saham  utama Asia terpantau masih diwarnai gerak mixed indeks.  Investor di Asia terlihat masih berupaya untuk bertahan di zona positif hingga sesi pagi ini berjalan. Namun gerak turun  menjadi sulit dielakkan pada butsa saham Hong Kong akibat potensi teknikalnya.

Pada ulasan sebelumnya disebutkan, secara keseluruhan investor yang masih mengandalkan sentimen di sesi perdagangan sebelumnya, di mana telah membuat indeks Wall Street  berakhir dengan penurunan tipis.  Sentimen terkini datang dari Presiden AS Donald Trump yang menilai kuatnya nilai tukar Dolas AS telah membuat kerugian pada perekonomian AS.

Akibat dari pernyataan Trump itu, pasar valuta global sedikit bergolak dan posisi indeks Dolar AS akhirnya bertahan di level rendahnya. Untuk dicatat, dalam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya, posisi indeks Dolar AS yang sempat stabil di atas kisaran 98-an, namun kini telah terhempas di kisaran 96-an.

Sikap Investor akhirnya masih berupaya bertahan dengan rasa optimis, namun masih terlalu sulit untuk melanjutkan kenikan lebih tinggi.  Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) tercatat menguat moderat 0,12% untuk berada di kisaran 21.230,61, sementara indeks ASX 200 (Australia) menanjak 0,54% untuk berada di posisi 6.581,8, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik 0,09% untuk berada di posisi 2.113,65.

Pada bursa saham Indonesia, gerak IHSG terkini terlihat telah melemah 0,6% untuk berada di kisaran 6.267,3. Gerak turun IHSG diyakini masih akan mampu berlangsung konsisten di sepanjang sesi perdagangan hari ketiga pekan ini.

Sementara laporan terkini dari pasar valuta menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Asia yang  mixed dalam mengawali sesi perdagangan pagi ini. Namun nilai tukar mata uang Rupiah justru terpantau mampu kembali membukukan penguatan. Terkini, Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.225 per Dolar AS atau menguat 0,07% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan hari sebelumnya. Gerak menguat Rupiah kali ini tak lepas dari kecenderungan posisi indeks Dolar AS yang tertahan di level rendahnya.