Indeks di bursa saham utama Asia terlihat masih berupaya bertahan di zona positif dalam mengawali sesi perdagangan pagi ini, Rabu (12/6).

Mengawali sesi perdagangan pagi hari ketiga pekan ini, Rabu (12/6), indeks di bursa saham Asia terpantau masih berupayan untuk bertahan di zona positif. Gerak turun sangat tipis yang mendera indeks Wall Street pada sesi perdagangan sebelumnya telah membuat sikap ragu hinggap di pasar Asia. Sebagaimana dimuat dalam  ulasan sebelumnya, minimnya sentimen terkini yang hadir telah memaksa investor untuk kembali mengandalkan sentimen sebelumnya dalam menjalani sesi perdagangan kali ini.

Laporan terkini sebelumnya menyebutkan, sentimen yang datang dari Presiden AS Donald Trump yang menilai kuatnya nilai tukar Dolas AS telah membuat kerugian pada perekonomian AS. Akibat dari pernyataan tersebut, pasar valuta global sedikit bergolak dan posisi indeks Dolar AS akhirnya bertahan di level rendahnya. Untuk dicatat, dalam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya, posisi indeks Dolar AS yang sempat stabil di atas kisaran 98-an, namun kini telah terhempas di kisaran 96-an.

Investor juga masih mempertimbangkan sentimen sebelumnya dari langkah pemerintah China yang menginjinkan pemerintahan lokal untuk menerbitkan surat utang guna membiayai pembangunan infrastruktur.  Namun serangkaian sentimen yang hinggap,  terlihat masih kurang meyakinkan untuk membuat gerak naik indeks berlanjut dalam rentang tajam.

Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) tercatat menguat moderat 0,12% untuk berada di kisaran 21.230,61, sementara indeks ASX 200 (Australia) menanjak 0,54% untuk berada di posisi 6.581,8, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik 0,09% untuk berada di posisi 2.113,65.

Dengan pola gerak indeks di bursa saham Asia yang masih belum begitu meyakinkan, ditambah dengan gerak turun sangat tipis di bursa Wall Street di sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu, prospek indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia  dalam menjalani sesi perdagangan ke depan menyimpan potensi kerawanan.  IHSG yang pada sesi perdagangan kemarin akhirnya berhasil beralih d zona positif, kini cukup rawan   untuk terkoreksi mengingat sentimen yang menjadi fundamen kenaikan telah reda.  Koreksi IHSG yang akan dibuka sesi perdagangannya beberapa menit ke depan,  dengan demikian mulai terbuka namun diyakini akan cenderung terjadi dalam rentang terbatas.