Presiden Trump kembali mengungkapkan rasa kesalnya pada The Fed terkait dengan tingginya suku bunga.

Rasa kesal Presiden AS Donald Trump terhadap bank sentral AS yang sering disebut The Fed  seakan tak ada habisnya. Setelah dalam banyak kesempatan mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga acuan hingga 1% dan sekaligus mengguyur stimulus sebagaimana terjadi pada era kepresidenan Obama, kini presiden AS yang terkenal dengan ceplas-ceplosnya itu kembali melontarkan rasa kesalnya pada lembaga pimpinan Jerome Powell itu.

Untuk dicatat, pada Desember tahun lalu, Trump yang telah menyebut The Fed sebagai satu-satunya probelma ekonomi AS saat ini. Pernyataan Trump tersebut juga diikuti dengan kabar bahwa Trump hendak memecat Jerome Powell namun tidak memungkinkan secara konstitusi.

Kali ini, pernyataan Trump menyebut bahwa kuatnya posisi nilai tukar Dolar AS  adalah hal yang merugikan perekonomian AS.  Trump juga menyindir bahwa seluruh bank sentral di negara-negara penting di dunia yang telah mematok suku bunga sangat rendah, namun The Fed justru menaikkan suku bunga acuan sebanyak 4 kali di sepanjang tahun lalu. Langkah The Fed tersebut dinilai Trump sebagai terlalu jauh dan terlalu cepat.

Nilai tukar Dolar AS akhirnya meningkat terhadap mata uang utama dunia lainnya hingga pada akhirnya daya saing produk AS berkurang.   Trump dalam kesempatan terpisah juga menekankan  bahwa Presiden China yang sangat berkuasa bisa melakukan apa saja untuk menurunkan suku bunga di bank sentral China, “Jangan lupa, pimpinan  bank sentral China yang sesungguhnya adalah Presiden Xi,” demikian terang Trump dalam sebuah kesempatan wawancara.

Pernyataan Trump ini sekaligus menekankan pernyataan sebelumnya yang menyebut bahwa perang dagang dengan China akan dengan mudah berakhir dengan kemenangan AS bila The Fed menurunkan suku bunga.   Trump akhirnya menilai bahwa The Fed tidak memilki panduan yang jelas terhadap kebijakan suku bunga.

Pernyataan keras Trump kali ini, nampaknya akan mendapatkan dukungan dari sejumlah besar pihak, mengingat rilis data ketenaga kerjaan terkini AS sebelumnya yang menunjukkan lemahnya perekonomian AS. Sementara dalam sejumlah kesemoatan, pimpinan The Fed juga telah mulai merubah intonasi kebijakannya dengan membuka lebar peluang untuk menurunkan suku bunga bila memang diperlukan.    Pernyataan terkini Trump ini, sebelumnya disebutkan telah mampu membuat gerak indeks Dolar AS  berlanjut menurun untuk semakin menjaga jarak dengan  level psikologisnya di 97-an. Posisi terkini indeks Dolar AS terpantau berada di kisaran 96,69.