Investor terlihat masih berupaya untuk bertahan dengan sikap optimis.

Menutup sesi perdagangan Selasa (11/6), indeks Wall Street akhirnya  tak lagi mampu bertaan di zona positif. Masih belum tersedianya sentimen terkini yang lebih meyakinkan membuat investor berhenti untuk melanjutkan tekanan beli. Dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu itu, investor hanya mengandalkan serangkaian sentimen yang telah mendominasi di beberapa sesi perdagangan sebelumnya.

Sentimen dari berhasilnya AS-Meksiko meraih kesepakatan untuk nenghindarkan perang tarif, hingga ancaman terkini dari Presiden AS Donald Trump terhadap China. Sedangkan sentimen lain yang masih menjadi pertimbangan investor adalah rilis data tambahan tenaga kerja pekan lalu yang dinilai lemah.  Gerak indeks akhirnya kesulitan untuk melanjutkan kenaikan dan penurunan terbatas menjadi pilihan yang paling mungkin.

Hingga berakhirnya sesi perdagangan, indeks DJIA terkoreksi sangat tipis 0,05% untuk berakhir di posisi 26.048,51, sementara indeks S&P 500 menutup sesi dengan melemah  moderat 0,04% untuk terhenti di kisaran 2.885,72, serta oindeks Nasdaq yang menurun terbatas 0,01% untuk menetap di posisi 7.822,57.

Secara keseluruhan, jalannya sesi perdagangan masih belum menunjukkan arah yang jelas, usai gerak indeks menguat dengan sangat signifikan dalam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya secara beruntun. Sejumlah laporan juga menyebutkan, investor di bursa Wall Street yang sempat menaruh perhatian  pada kebijakan terkini pemerintah China, di mana pada sesi sebelumnya sempat melonjakkan indeks komposit Shanghai dalam rentang yang sangat tajam. Laporan menyebutkan, pemerintah China yang akan mengijinkan pemerintahan lokal untuk menerbitkan surat utang guna membiayai pembangunan infrastruktur.

Sedangkan laporan dari pasar valuta menunjukkan, pernyataan terkini Presiden Trump yang menilai bahwa penurunan nilai tukar sejumlah mata uang utama dunia sebagai hal yang merugikan perekonomian AS. Pernyataan ini akhirnya memicu tekanan jual pada mata uang Dolar AS hingga semakin mempertahankan nilai tukar mata uang utama dunia lainnya di level tingginya. Pantaua terkini menunjukkan, posisi indeks Dolar AS yang akhirnya semakin stabil untuk menapak kisaran 96-an dibanding beberapa sesi perdagangan sebelumnya yang sempat stabil di kisaran 98-an.

Menurunnya indeks Dolar AS kali ini sekaligus mencerminkan dengan sangat akurat mulai berbalik menguatnya  nilai tukar sejumlah mata uang utama dunia lainnya.