Gerak terbatas IHSG juga tercermin dari gerak harga sejumlah saham unggulan.

Menutup sesi   perdagangan saham hari kedua pekan ini, Selasa (11/6), gerak  indeks harga  saham  gabungan (IHSG) di bursa efek Indonesia  akhirnya mampu beralih di zona positif setelah mengawali sesi dengan terjebak di zona merah. IHSG akhirnya terhenti di kisaran 6.305,99 setelah menguat 0,26% dengan diiringi positifnya bursa saham Asia.

Pantauan dari jalannya sesi perdagangan di Asia menunjukkan, gerak indeks di bursa saham China dan Hong Kong yang terangkat tajam menyusul sentimen dari kabar bahwa pemerintah China akan mengguyur investasi bidang infrastruktur.  Sentimen  tersebut bahkan mampu membalik sentimen muram dari ancaman Presiden AS Donald Trump yang meminta China segera meraih kesepakatan dagang sebagaimana Meksiko.

Untuk sejenak, pelaku pasar  terlihat menepis ancaman Trump yang akan menaikkan tarif masuk atas produk asal China senilai $300 miliar menjadi sebesar 25% bila tak meraih kesepakatan pada pertemuan di sela-sela KTT G-20.  Gerak indeks akhirnya secara keseluruhan mampu membukukan kenaikan dalam rentang bervariasi hingga sesi perdagangan berakhir.

Indeks Nikkei (Jepang) menguat  moderat  0,33% untuk berada di posisi 21.204,28,  indeks Hang Seng (Hong Kong) melonjak tajam  0,76% ntuk berada di kisaran 27.789,34, sementara indeks ASX 200 (Australia) melompat 1,59% untuk berada di posisi 6.546,3, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik 0,59% untuk berada di kisaran 2.111,81.

Pada bursa saham Indonesia, gerak IHSG terlihat masih terjebak di rentang terbatas. Sejumlah saham unggulan terlihat bergerak bervariasi di sesi perdagangan kali ini. Saham-saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif diperdagangkan berdasar nilai perdagangan dan berhasil mencetak keuntungan kali ini diantaranya:  BMRI, BBCA, UNTR, ICBP, ANTM, INDF, GGRM, serta PTPP.

Sedangkan sejumlah saham unggulan lainnya terlihat masih harus bergulat di zona pelemahan hingga sesi perdagangan berakhir. Diantara  saham-saham unggulan yang terkoreksi tersebut adalah: ASII, TLKM, BBNI, SMGR, PTBA, serta PGAS dan UNVR.  Gerak harga saham unggulan yang mencetak keuntungan maupun penurunan, terlihat masih cenderung terjebak di rentang terbatas sebagaimana IHSG.

Sebagaimana dimuat dalam ulasan sebelumnya, gerak IHSG yang memang akan cenderung terjebak bergerak  di rentang terbatas, menyusul tidak cukuop meyakinkannya serangkaian sentimen yang mengiringi dari bursa global.