Gerak IHSG dan Rupiah terlihat kompak melemah dalam mengawali sesi perdagangan hari ini, Selasa (11/6).

Mengawali sesi perdagangan saham hari kedua pekan ini, Selasa (11/6), gerak  indeks harga  saham  gabungan (IHSG) di bursa efek Indonesia  terpantau berada di  zona merah. Dalam sesi pra pembukaan, gerak IHSG terlihat melemah tipis 0,04% untuk berada di kisaran 6.286,8.  Sementara pantauan terkini dari bursa saham  Asia menunjukkan, gerak indeks yang berupaya beralih positif setelah mengawali dengan gerak mixed.

Sebagaimana diperkirakan sebelumnya, sentimen dari berakhirnya indeks Wall Street di zona kenaikan yang cenderung terbatas membuat investor di Asia kembali terjebak dalam keraguan.

Laporan sebelumnya menyatakan, berakhirnya indeks Wall Street di zona positif yang cenderung terbatas dengan hanya mengandalkan sentimen yang telah usang. Investor terlihat masih belum menemukan sentimen yang meyakinkan dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu itu. Gerak indeks yang mixed akhirnya semakin menjadi pilihan yang paluing mungkin bagi bursa Asia setelah pernyataan terkini dari Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menaikkan tarif masuk atas produk asal China lainhya senilai $300 miliar.

Sebagaimana diwartakan sejumlah media internasional, dalam sebuah kesempatan wawancara Presiden Trump yang dengan tegas menyatakan akan segera menaikkan tarif masuk atas produk asal China lainnya senilai $300 miliar  menjadi sebesar 25%, bila dalam gelaran KTT G-20 di Jepang beberapa waktu ke depan, Presiden China tidak hadir untuk melakukan pertemuan dengan dirinya guna mencapai kesepakatan.

Secara keseluruhan, arahan sentimen yang tersedia masih belum cukup jelas. Namun investor terluhat masih berharap untuk bertahan dengan sikapoptimis di tengah ancaman  memanasnya tensi dagang AS-China.  Hingga ulasan ini dimuat, indeks Nikkei (Jepang) menguat  moderat  0,21% untuk berada di posisi 21.178,82,  indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 0,29% ntuk berada di kisaran 27.658,88, sementara indeks ASX 200 (Australia) melonjak tajam 1,24% untuk berada di posisi 6.523,8, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik tipis 0,05% untuk berada di kisaran 2.100,56.

Sementara pantauan dari pasar valuta Asia menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Asia yang masih bervariasi dengan kecenderungan bergerak di rentang sempit. Mata uang Rupiah tercatat melemah tipis  0,04% untuk berada di kisaran Rp14.250 per Dolar AS. Pelemahan Rupiah tercatat hanya ditemani oleh Baht Thailand, sementara mata uang Asia lainnya terpantau   masih mampu bertahan di zona penguatan terbatas pada pagi ini.