Pemerintahan Putin menunjukkan dukungannya pada OPEC untuk memperpanjang kesepakatan pemangkasan produksi.

Gerak harga minyak dunia terpantau masih mampu bertahan di atas level psikologisnya di kisaran $50-an per barel hingga sesi perdagangan Selasa pagi ini (11/6) di pasar Asia. Laporan menyebutkan, tekanan jual yang terlihat mulai reda sebagai imbas dari serangkaian perkembangan terkini.

Laporan terkait sebelumnya menyebutkan, pihak organisasi kartel minyak dunia, OPEC yang bertekad untuk memperpanjang masa pemangkasan produksi sebagaimana telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir.   OPEC juga menyatakan akan terus menggalang kerjasama pemangkasan produksi dengan negara produsen minyak terbesar dunia di luar OPEC.

Pernyataan pimpinan OPEC tersebut akhirnya mendapatkan sambutan positif dari pejabat Rusia, di mana pemerintahan Putin terlihat masih memberikan dukungan pada OPEC. Kabar dukungan   dari Rusia ini akhirnya menjadikan investor tertahan untuk tidak melakukan tekanan jual lanjutan. Harga minyak dunia akhirnya hingga kini masih mampu bertahan di kisaran $53,57 per barel (untuk jenis WTI).

Untuk dicatat, gerak harga minyak yang pada sesi perdagangan awal pekan kemarin telah mampu  melakukan gerak rebound selama dua hari sesi perdagangan secara beruntun. Namu  gerak rebound teknikal tersebut masih berada dalam tren jual jangka menengah yang solid. Tinjauan teknikal sebelumhya juga menunjukkan, masa suram penurunan harga minyak yang masih akan berlanjut beberapa wakti ke depan, sebagai imbas dari tensi dagang yang terus memanas antara AS dengan China.

Pada laporan terkini menyangkut tensi dagang AS-China, pernyataan Presiden Trump yang dengan keras kembali mengancam Beijing untuk segera meraih kesepakatan guna menghindari penaikkan tarif masuk atas produk asal China lainnya senilai $300 miliar.  Trump mengungkapkan lebih jauh, bahwa bila dalam gelaran KTT G-20 ke depan, Presiden Xi tidak hadir atau tidak meraih kesepakatan dengan dirinya, maka Washington akan segera menaikkan tarif masuk atas produk asal China lainnya.  Sentimen ini tentu akan menambah beban bagi investor untuk terus keluar dari komoditas minyak. Namun sentimen dari pemerintahan Putin untuk terus mendukung kerjasama pemangkasan produksi  dengan OPEC terlihat masih mampu meredam kepanikan hingga sejauh ini.