Posisi terkini indeks Dolar AS masih berada di kisaran 96,77.

Sesi perdagangan awal pekan kemarin akhirnya didominasi oleh sentimen dari tercapainya kesepakatan AS-Meksiko yang menghindarkan diri dari perang dagang kedua negara.  Tercapainya kesepakatan tersebut membuat pasar valuta global langsung merespon positif. Nilai tukar mata uang Meksiko, Peso terpantau melonjak tajam hingga lebih dari 2% di sesi perdagangan kemarin. Sementara pada posisi indeks Dolar AS, gerak balik naik terjadi namun masih tertahan di bawah level 97.

Untuk dicatat, sentimen dari kesepakatan AS-Meksiko dengan sendirinya mencegah perluasan perang dagang yang kini telah memanas antara AS dengan China. Investor selama ini mengkhawatirkan, perluasan perang dagang akan semakin memukul kinerja perekonomian global yang telah terancam dalam perlambatan tajam.

Kabar tercapainya kesepakjatan AS-Meksiko dengan sendirinya memberikan harapan dan kelegaan bagi investor untuk mencegah kepanikan lebih parah pada kinerja perekonomian global. Sementara pada sisi lainnya, tensi dagang AS-China disebutkan masih dfalam ketidakpastian. Pernyataan terkini dari Presiden AS Donald Trump menyebutkan, bila Presiden China Xi Jinping tidak menggelar pertemuan dengan dirinya di sela-sela pertemuan KTT G20 untuk mencapai kesepakatan, maka AS akan menaikkan tarif masuk atas produk asal China  lainnya senilai $300 miliar sebesar 25%.

Ancaman Trump ini dilakukan di tengah serangkaian upaya keras pemerintah China dalam menghadapi kebijakan tegas Trump. Sikap pelaku pasar akhirnya masih menantikan arah yang lebih pasti, terutama dari kebijakan bank sentral AS, The Fed yang mengisyaratkan untuk menurunkan suku bunga acuan.

Bila penurunan suku bunga acuan dilakukan, maka dengan sendirinya tekanan pada indeks Dolar akan terus mendera dan sejumlah mata uang dunia lainhya berbalik menguat. Namun gerak balik kenaikan terbatas pada indeks Dolar pada sesoi perdagangan kemarin terlihat telah membuat gerak menguat nilai tukar Rupiah tertahan.

Pantauan menunjukkan, Rupiah yang sempat menguat hingga kisaran Rp14.200 per Dolar AS, namun akhirnya ditutup di kisaran Rp14.245 per Dolar AS.   Gerak balik menguat tipis indeks Dolar AS pada sesi awal pekan ini diperkirakan akan menjadikan Rupiah semakin kesulitan untuk membukukan penguatan, terlebih kecenderungfan melemah sedang mendera mata uang Asia.