Kinerja perdagangan internasional China sepanjang Mei lalu secara mengejutkan masih mampu membukukan surplus sebesar $41,65 miliar.

Kinerja perdagangan internasional China nampaknya telah akrab dengan kinerja yang mencengangkan. Bagaimana tidak, di tengah deraan penaikkan tarif masuk  yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump, perdagangan internasional China ternyata masih mampu membukukan surplus yang cukup fantastis.  Laporan terkini yang dirilis oleh otoritas China menyebutkan, Surplus perdagangan internasional China untuk sepanjang bulan Mei lalu yang mencapai $41,65 miliar atau setara dengan Rp591 triliun.

Laporan lebih rinci menyebutkan, kinerja ekspor China di bulan Mei yang melonjak 1,1%, sementara kinerja impor  malah jeblok sangat tajam 8,5%.  Akibatnya, catatan surplus melompat tajam dibanding bulan sebelumnya. Pantauan juga menunjukkan, besaran surplus perdagangana internasional China kali ini yang jauh di atas ekspektasi pelaku pasar yang mencapai kisaran $20 miliar.  

Kinerja surplus tersebut tercatat melompat sangat tajam dibanding bulan sebelumnya yang “hanya” mencapai surplus sebesar $13,8 miliar.  Pada satu sisi, rilis data yang mengesankan ini akan menjadi suntikan sentimen positif tambahan bagi bursa saham Asia untuk terus membukukan lonjakan di sesi awal pekan  pagi ini, Senin (10/6). Namun di sisi lain tentu akan semakin membuat Presiden Trump bersemangat  dalam menenkan China di tengah tensi dagang yang terus memanas.

Pantauan trerkini dari sesi perdagangan saham di Asia menunjukkan, gerak indeks yang terus konsisten menapak zona penguatan tajam. Indeks Hang Seng (Hong Kong) bahkan telah melompat hingga 1,86% untuk berada di kisaran 27.466,7 menyusul rilis data perdagangan China ini.  Kenaikan indeks Hang Seng tercatat hanya bisa disaingi oleh IHSG di Jakarta.  

Sementara sejumlah laporan terkini sebelumnya menyatakan, pernyataan Menteri keuangan AS Steven Mnuchin yang menyebut bahwa Presiden Trump akan sangat bahagia bila pertemuannya dengan Presiden Xi di sela-sela KTT G-20 tidak menghasilkan  terobosan apa pun, di mana Washington bisa menaikkan tarif masuk sebesar 25% atas produk asal China lainnya yang sebesar $325 miliar.

Pernyataan Menkeu Mnuchin tersebut tentu memeperlihatkan sinyal bahwa tensi dagang masih akan memanas di mana sikap keras Trump terlihat belum mereda sebagaimana upaya pemerinta Beijing untuk memberikan perlawanan di tengah keterbatasannya.