Rupiah tercatat menjadi satu-satunya mata uang ASia yang membukukan penguatan tajam di sesi pagi awal pekan ini, Senin (10/6).

Mengawali sesi perdagangan awal pekan pagi ini, Senin (10/6), pasar valuta Asia terlihat masih belum menentukan arah gerak yang pasti.  Hal ini terlihat dari gerak nilai tukar mata uang Asia yang masih mixed di tengah iringan sentimen positif dari Amerika Serikat. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, sentimen datang dari tercapainya kesepakatan dengan cepat antara Meksiko dengan Amerika Serikat  terkait dengan masalah imigrasi guna menghindarkan pengenaan tarif masuk atas produk asal Meksiko.

Sentimen tersebut sebelumnya telah berhasil mengangkat kembali niolai tukar mata uang Meksiko Peso yang sebelumnya tenggelam di zona muram akibat ancaman Presiden AS Donald  Trump. Kini nilai tukar Peso Meksiko terlihat telah melompat sangat tajam hingga 1,5% menyusul tercapainya kesepakatan dengan AS berkat ancaman Trump tersebut.

Namun gerak nilai tukar mata uang Asia pagi ini terlihat masih hanya mengandalkan sentimen dari peluang lebar yang disinyalkan Bank sentral AS, The Fed untuk menurunkan suku bunga acuan beberapa waktu ke depan.  Sinyal tersebut sebelumnya telah  berhasil membalikkan sejumlah mata uang utama dunia menuju zona penguatan dan bertahan  hingga sesi awal pekan ini di Asia.  Mata uang Euro, Poundsterling, Yen, serta Dolar Kanada terpantau telah beranjak menguat signifikan.

Penguatan tersebut akhirnya menyulut Rupiah untuk terus terangkat dalam membuka sesi perdagangan awal pekan pagi ini. Pantauan terkini menunjukkan, Rupiah yang diperdagangkan di kisaran Rp14.200 per Dolar AS atau melompat tajam 0,49% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan sebelumnya.  Gerak menguat Rupiah diperkirakan masih akan mampuy berlanjut di sepanjang sesi perdagangan  awal pekan ini.

Kompaknya sentimen dari The Fed dan kesepakatan Trump Meksiko akhirnya telah mampu menghantarkan Rupiah menguat usai libur panjang lebaran. Sementara pantauan pada pasar valuta Asia secara keseluruhan masih menunjukkan kecenderungan untuk melemah.  Kisaran pelemahan terbatas di seluruh mata uang Asia diyakini terjadi akibat potensi teknikal usai mengalami serangkaian penguatan di sesi pekan lalu.

Penguatan Rupiah di pasar Asia  pagi ini akhirnya hanya ditemasni oleh Ringgit Malaysia  yang menginjak zona positif dalam rentang sangat tipis.