Boris Johnson berencana menaikkan penghasilan tidak kena pajak menjadi £80.000.

Presiden AS Donald Trump nampaknya benar-benar memiliki penggemar serius di Inggris. Setelah beberapa waktu Trump secara terang memberikan dukungan pada Boris Johnson untuk menggantikan Theresa May yang mundur dari kursi Perdana Menteri Inggris, kini giliran Boris Johnson sendiri yang mulai meluncurkan program ambisiusnya yang mirip dengan langkah yang diambil Trump di AS, yaitu pemotongan pajak.

Laporan yang dimuat media Telegraph menyebutkan, Boris Johnson yang berencana akan menaikkan batas penghasilan kena pajak menjadi £80.000 (sekitar Rp1,42 miliar) dari kisaran saat ini yang sebesar £50.000. Bila program ini terlaksana, besaran pemangkasan pajak diperkirakan akan mencapai Rp172 triliun.

Langkah dan program yang dicanangkan Boris Johnson ini tentu saja akan semakin menarik dukungan dari banyak pihak, mengingat Johnson sebelumnya juga menekankan akan mengurangi pajak di sektor bisnis, meski tidak dinyatakan secara rinci.  Boris Johnson, sebagai calon kuat kini sedang menghadapi persaingan yang tak juga ringan dalam kontestasi menggantikan May yang secara resmi telah mundur beberapa waktu lalu.

Pencanangan program ini, barangkali tak lebih dari upaya untuk memenangkan dukungan lebih besar, di tengah proses Brexit yang masih berlarut.  Sejumlah kabar sebelumnya juga menyebutkan, kemenangan Boris Johnsin  yang sangat mungkin akan membuat konsekuensi penting bagi proses Brexit. Untuk dicatat, Boris Johnson yang sempat menjabat sebagai Menteri luar negeri di bawah Perdana Menteri May, namun kemudian  mundur akibat ketidaksetujuannya dalam strategi dan proses Brexit yang diambil PM May.  Serangkaian laporan menyatakan, Boris Johnson yang sangat mungkin akan menggiring Brexit (atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa) tanpa kesepakatan.      

Proses Brexit, barangkali akan menjadi pertaruhan penting bagi perekonomian Inggris, di mana Brexit tanpa kesepakatan dipastikan akan menggiring perekonomian Inggris memasuki jurang  resesi. Namun Boris Johnson nampaknya berupaya menutup risiko itu dengan pemotongan pajak yang kini mulai digaungkan.

Boris Johnson, mungkin berupaya untuk mengikuti jejak Presiden AS Donald Trump yang sering  menghadirkan sentimen yang  mengejutkan pasar. Bila Boris Johson terpilih, maka kepanikan pasar tentu akan bertambah, yaitu sentimen kejutan dari London untuk bergabung dengan kejutan dari Gedung Putih.