Sebuah surat dari petinggi Gedung Putih menunjukkan upaya penundaan implementasi sanksi larangan terhadap Huawei.

Entah akibat beroperasinya loby China yang  mungkin telah sangat kuat, atau kah memang karena semangat pemerintahan Presiden AS Donald Trump  yang mulai kendor dalam menghadapi perang dagang dengan China, sebuah laporan terkini menunjukkan kabar baik bagi Huawei.  Huawei, yang merupakan perusahaan raksasa teknologi asal China yang sebelumnya dituding sebagai berpotensi dipakai  sebagai agen pengumpulan data intelejen oleh pemerintah China, dan kini telah menjelma sebagai produsen samrtphone terbesar kedua di dunia di bawah Samsung, harus menghadapi sanksi keras oleh Presiden Trump.

Seperti diwartakan sebelumnya, Presiden Trump yang telah memerintahkan larangan bagi seluruh entitas bisnis asal AS untuk menjalin kerjasama dengan Huawei, yang sekaligus hampir  memastikan rontoknya Huawei dari percaturan teknologi  komunikasi internasional. Hal ini mengingat sejumlah besar komponen sangat penting untuk membuat produk smartphone selama ini masih harus bergantung dari perusahaan asal AS. Bahkan sistem operasi pada produk smartphone yang populer di seluruh dunia  juga  berasal dari AS.

Namun laporan terkini yang dimuat media Wall Street Journal  menyebutkan, sebuah surat yang beredar dan berasal dari Pejabat Direktur Anggaran Gedung Putih, Russell Vought. Surat yang ditujukan pada Wakil Presiden Mike Pence dan anggota Kongres AS itu pada intinya  mengajukan permintaan untuk menunda implementasi perintah larangan Trump pada Huawei. Lebih jauh disebutkan, Vought meminta penundaan implementasi Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional, yang ditandatangani oleh Presiden Trump tahun lalu  yang berisi ketentuan yang menargetkan Huawei.

Dalam surat tersebut dinyatakan, implementasi Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional  akan menghasilkan "pengurangan dramatis" dari jumlah perusahaan yang dibolehkan memasok kebutuhan  pemerintah. Surat tersebut juga masih menekankan  pentingnya larangan  yang diberlakukan Trump, namun sejumlah  lembaga telah mendengar keprihatinan signifikan dari berbagai pemangku kepentingan yang berpotensi terkena dampak akibat dari implementasi larangan tersebut.

Bila surat ini kemudian mendapatkan persetujuan, tentu akan menjadi jalan bagi Huawei untuk melangkah lebih jauh, dan mungkin sebagai pintu masuk redanya  perang dagang AS-China. Namun serangkaian kabar terkini sebelumnya dari pernyataan pejabat tinggi AS menunjukkan, masih sulitnya perang dagang  segera berakhir.