Perang dagang yang telah meledak antara AS-China tentu menjadi perhatian besar bagi kalangan bisnis. Sebuah laporan hasil riset terkini oleh sebuah lembaga keuangan asal Jepang menyebutkan, sejumlah negara yang justru menjadi pemenang dari perang dagang antara China dan AS kali ini.

Sekalipun tidak terlalu mengejutkan, tetap saja hasil riset Nomura (demikian nama lembaga keuangan asal Jepang yang melakukan riset tersebut) menarik.  Dalam hasil risetnya, Nomura menyebut Vietnam sebagai negara yang paling mendapatkan keuntungan besar dari perang dagang AS-China kali ini. Laporan lebih jauh Nomura menyebut, Vietnam yang mengantongi cukup banyak order limpahan dari China untuk pasar AS, dan sangat mungkin akan mendorong Vieynam mencetak pertumbuhan ekonomi  hingga sebesar 79% akibat meningkatnya aktivitas ekonomi yang sangat cepat dan besar tersebut.

Laporan lebih jauh Nomura menyebut, Vietnam yang telah menerima order pembuatan komponen telekomunikasi, furnitur, mesin pemroses data otomatis. Sementara deari sisi yang sama, pemenang berikutnya dari perang dagang AS-China adalah Taiwan. Laporan Nomura menunjukkan, Taiwan yang memperoleh order produk yang hampir sama dengan Vietnam untuk pasar AS.

Pada sisi lainnya sejumlah negara lain juga turut menangguk keuntungan dari perang dagang AS-China, dan kali ini dengan memperoleh pesanan produk untuk pasar China. Negara-negara tersebut diantaranya adalah Chili, Malaysia, serta Argentina. Tiga negara tersebut memperoleh limpahan permintaan dari pasar China yang mengalihkan dari pasok AS akibat perang dagang.

Chili disebutkan memperoleh pesanan bijih tembaga dalam jumlah besar disamping kedelai, sementara Malaysia meraup pesanan produk semikonduktor.  Dan Argentina juga mendapatkan pesanan kedelai dari pasar China yang menutup pasopk dari AS. Laporan hasil riset  Nomura ini sekaligus menilai kesiapan sejumlah negara dalam menghadapui peluang bisnis akibat pecahnya perang dagang AS-China.  Hingga sejauh ini,  hasil riset Nomura masih belum menyebutkan posisi Indonesia  untuk mendapatkan limpahan pesanan produksi akibat pecahnya perang dagang  AS-China.

Vietnam, memang telah lama diperkirakan akan menangguk keuntungan besar dari perang dagang kali ini. Hal ini mengingat posisi dekatnya sebagai tetangga China di satu sisi, sementara di sisi lainnya kesiapan sumber daya manusia yang relatif setipe dengan sumber daya di China. Sebelumnya dalam sejumlah  analisis serupa juga disebutkan peluang Indonesia untuk turut menangguk keuntungan dari tensi dagang AS-China, namun riset Nomura kali ini belum melihatnya.