Setelah pada sesi perdagangan saham di bursa Wall Street, janji manis dari pihak Bank sentral AS mampu menyulut sikap optimis investor, sentimen yang sama kini telah merambah hingga sesi perdagangan saham di Asia pertengahan pekan ini, Rabu (5/6).  Pantauan terkini dari bursa saham utama Asia menunjukkan, gerak indeks yang melompat girang dalam mengawali sesi perdagangan kali ini.

Seperti diwartakan sebelumnya, pernyataan Gubernur Bank sentral AS atau sering disebut The Fed, Jerome Powell  yang sebelumnya menyebut akan menyesuaikan kebijakan sesuai dengan kondisi terkini perekonomian AS.  Pernyataan tersebut sekaligus menyiratkan bahwa The Fed sxangat mungkin untuk berbalik menurunkan suku bunga acuan bila situasi perekonomian mendorongnya.

Sentimen tersebut akhirnya membuat investor di Wall Street berbalik melakukan tekanan beli hingga melonjakkan indeks dalam rentang sangat tajam hingga lebih dari 2% dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu itu. Sentimen yang sama, sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya, akhirnya turut dijadikan bekal bagi investor di Asia untuk mengikuti jejak indeks di bursa Wall Street.

Hingga sesi perdagangan pagi ini berlangsung, pantauan terkini menunjukkan, indeks Nkkei (Jepang) yang melompat 1,85% untuk berada di posisi 20.785,2, sementara indeks Hang Seng (Hong Kong) melompat 1,32% untuk berada di 27.116,08, indeks ASX 200 (Australia) menguat 0,74% untuk berada di posisi 6.378,7, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik 0,61% untuk berada di kisaran 2.079,53.

Sentimen secara keseluruhan dengan demikian terlihat cukup yakin untuk menapak penguatan dalam mengawali sesi perdagangan pagi ini. Sementara laporan dari pasaer valuta menyebutkan, gerak nilai tukar mata uang Asia yang  masih berada dalam rentang sangat terbatas. Sentimen dari tertahannya indeks Dolar AS akibat peluang The Fed untuk menurunkan suku bunga akhirnya mampu membuat nilai tukar Dolar AS menjinak.

Untuk dicatat, sebelumnya mata uang Dolar AS yang terlalu perkasa hingga meruntuhkan seluruh mata uang dunia termasuk Asia. Namun sentimen terkini dari The Fed terlihat cukup ampuh meredam galaknya Dolar AS di sesi perdagangan pagi di Asia.