Calon Perdana Menteri Inggris menilai sulit melarang Huawei sementara belum ada perusahaan penggantinya di Inggris.

Sanksi keras yang dilakukan Trump terhadap perusahaan Huawei sungguh sangat memukul perusahaan raksasa teknologi asal China itu. Bagaimana tidak, sanksi keras Trump mencakup hampir seluruh bagian sangat vital lini bisnis Huawei yang jutru selama ini didengungkan sebagai pemenangnya, yaitu jaringan komunikasi berbasis 5G dan produsen smartphone kelas premium.

Namun kabar sedikit cerah bagi Huawei kini datang dari Inggris, di mana salah satu kandidat kuat Perdana Menteri Matt Hancock yang  berpendapat bahwa Inggris tidak bisa melarang Huawei dari pembangunan jaringan komunikasi sementara masih belum terdapat alternatif dari dalam negeri yang bisa menggantikan Huawei.  Pernyataan Hancock ini sekaligus menggambarkan bahwa Presiden AS Donald Trump masih harus bekerja keras untuk meyakinkan sekutu tradisionalnya itu guna turut mengikuti kebijakan Washington.

Untuk dicatat,  Pemerintahan Trump yangdalam beberpa bulan terakhir telah berupaya mendesak sejumlah negara sekutunya untuk turut melarang Huawei dari pembangunan jaringan telekomunikasinya dengan dalih potensi disusupi aksi pengumpulan data intelejen oleh pemerintah China.  Namun desakan Washington tersebut masih belum diikuti sepenuhnya oleh sejumlah negara sekutunya.

Trump akhirnya merilis kebijakan kerasnya yang dipastikan mampu melumpuhkan kapasitas Huawei dalam melakukan penetrasi pasar di luar China. Kebijakan keras Trump tersebut adalah melarang seluruh entitas bisnis AS menjalin kerjasama dengan Huawei. Kebijakan ini dengan sendirinya, produk smartphone Huawei tidak lagi bisa menyematkan sistem operasi besutan Google, Android yang telah terlanjur sangat populer di seluruh dunia itu.

Pada sisi lainnya, sejumlah sangat besar komponen penting smartphone buatan Huawei juga masih sangat bergantung dari pasok perusahaan  asal AS. Komponen terpenting seperti Chip yang selama ini masih harus didatangkan dari perusahaan AS kini harus diproduksi sendiri oleh Huawei, namun kapasitas Huawei untuk memproduksi  Chip yang mumpuni sebagaimana perusahaan asal AS diragukan banyak pihak.

Serangkaian analisis sebelumnya bahkan menilai, China yang masih membutuhkan waktu hingga 20 tahun untuk sekedar membangun ekosistem industri Chip yang memadai dan sekaligus melepaskan diri dari ketergantungan pada AS.

Inggris memang masih memberi harapan bagi Huawei, namun sanksi Trump terlihat terlalu berat untuk menggapai harapan Huawei di Inggris.