Sesi perdagangan saham pertengahan pekan ini, Rabu (5/6) di bursa saham Asia nampaknya akan diwarnai dengan gerak pesta sejumlah besar saham unggulan. Sesi perdagangan yang jatuh bersamaan dengan masa lebaran bagi umat muslim di seluruh dunia itu, telah mendapatkan bekal sentimen menguntungkan dari lonjakan indeks Wall Street di sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu.

Sebagaimana diwartakan dalam ulasan sebelumnya, serangkaian sentimen utama datang dari Bank sentral AS, di mana Gubernur Jerome Powell mulai mensinyalkan peluang menurunkan suku bunga acuan bergantung dengan situasi dan rilis data terkini perekonomian AS. Sinyal dari  Gubernur bank sentral AS, Jerome Powell tersebut sebelumnya telah sangat dinantikan investor menyusul serangkaian data perekonomian terkini AS.

Investor juga mendapatkan kabar menbghibur dari China di mana pejabat kementerian China menyatakan bahwa perbedaan antara AS dan China semestinya diselesaikan melalui diskusi. Namun pernyataan kementerian China itu juga menekankan pembicaraan yang harus dilakukan dalam situasi saling menghormati, kesetaraan, serta saling menguntungkan. Seluruh sentimen tersebut sebelumnya telah berhasil membalik gerak indeks Wall Street untuk melompat fantastis hingga lebih dari 2% dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu.

Sementara pada sisi lainnya, laporan dari pasar valuta menunjukkan, gerak indeks Dolar AS yang masih tertahan di kisaran 97-an dan semakin menjauhi kisaran 98-an.  Sentimen tersebut juga terlihat telah berhasil menahan nilai tukar mata uang China Yuan untuk menembus level psikologis opentingnya di kisaran 7,0. Pantauan terkini menunjukkan, nilai tukar Yuan yang masih bertahan di kisaran 6,9071 per Dolar AS.

Dengan sejumlah sentimen yang melingkupi di sesi pertengahan pekan ini, indeks di bursa saham Asia diyakini sedang bersiap untuk melakukan lompatan tajam. Hal ini terlebih dalam beberapa hari sesi perdagangan terakhir, gerak indeks di bursa saham Asia yang cenderrung berada di bawah tekanan hingga gagal untuk menginjak zona positif.

Sentimen yang berbalik dengan tajam di bursa Wall Street akan menjadi bahan bakar yang ampuh untuk melonjakkan indeks di bursa Asia.