Sesi perdagangan saham hari kedua pekan ini, Selasa (4/6) di bursa Wall Street secara mengejutkan mampu berbalik dengan membukukan lompatan hingga lebih dari 2%. Investor disebutkan mulai menaruh harapan lebih pasti dari sinyal bank sentral AS untuk melakukan penyesuaian pada kebijakan pelonggaran moneter.

Sinyal tersebut diungkap oleh Gubernur bank sentral AS, Jerome Powell dalam sebuah kesemoatan yang sangat ditunggu investor tersebut. Sementara pada sisi lainnya, redanya kepanikan pada tensi dagang yang mulai muncul dari serangkaian pernyataan dari otoritas di China dan Meksiko.  Sebuah pernyataan yang dirilis pejabat kementerian China menyatakan bahwa perbedaan antara AS dan China semestinya diselesaikan melalui diskusi. Namun pernyataan kementerian China itu juga menekankan pembicaraan yang harus dilakukan dalam situasi saling menghormati, kesetaraan, serta saling menguntungkan.

Pada sisi lainnya, otoritas Meksiko juga dilaporkan mencoba untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan Presiden AS Donald Trump terkait dengan masalah arus imigran di perbatasan dengan AS.  Sikap yang mencoba melunak yang datang dari China dan Meksiko tersebut sekaligus melengkapi sentimen positif dari ekspektasi yang dihembuskan bank sentral AS. Investor akhirnya dengan cepat melakukan gerak balik hingga menghantatrkan indeks Wall Street melompat dalam rentang yang fantastis. Investor dengan demikian telah mulai mampu meninggalkan kepanikan dari sentimen yang disulut Presiden AS Donald Trump sebelumnya.

Hingga sesi perdagangan berakhir, indeks DJIA melompat 2,06% untuk berakhir di kisaran 25.332,18, sementara indeks S&P 500 menutup sesi dengan melambung 2,14% untuk terhenti di posisi 2.803,27, serta indeks Nasdaq yang menguat sangat tajam 2,65% untuk menetap di posisi 7.527,12.

Lompatan yang sangat tajam di bursa Wall Street kali ini secara otomatis akan menjadi bekal sentimen yang sangat berharga bagi bursa saham Asia yang akan segera membuka sesi perdagangan pertengahan pekan ini, Rabu (5/6).  Investor di Asia hampir dipastikan akan mengikuti arahan Wall Street kali ini, mengingat dalam beberapa hari sesi perdagangan terakhir telah sangat menantikan momentum untuk melakukan gerak balik kenaikan.

Untuk sekedar catatan, gerak indeks di bursa saham utama Asia di sepanjang pekan ini yang masih cenderung berada dalam tekanan. Melambungnya indeks Wall Street akan dengan mudah dimanfaatkan sebagai pijakan sentimen bagi bursa Asia untuk  merealisasikan potensi teknikalnya.