Menutup  sesi perdagangan saham hari kedua pekan ini, Selasa (4/6), gerak indeks di bursa saham utama Asia akhirnya ditutup dengan kecenderungan flat setelah sempat berupaya melakukan rebound teknikal akibat  terpangkas curam di sesi perdagangan hari sebelumnya. Gerak  indeks akhirnya terlihat menyerah tak berdaya seiring dengan hempasan serangkaian sentimen yang hinggap.

Sebagaimana dimuat  dalam laporan sebelumnya, sentien yang membayangi investor di sesi perdagangan kali ini yang masih belum cukup beranjak dari kesuraman panasnya tensi dagang. Namun sentimen suram terkini datang dari AS di mana otoritas AS sedang menggelar penyelidikan tentang anti trust pada sejumlah perusahaan teknologi  terkemuka di bursa Wall Street. Kabar tersebut dengan cepat telah merontokkan sejumlah saham teknologi penting, seperti: Google, Amazon, Facebook, serta Apple.

Akibat dari keruntuhan saham-saham teknologi tersebut dalam kisaran yang tragis hingga di atas 5% membuat indeks Nasdaq tergelincir tak tertahankan di sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu.  Namun investor di Asia nampaknya masih mencoba menahan sikap pesimisme dengan berharap munculnya pertanda penurunan suku bunga oleh The Fed.  Sentimen lain datang dari Australia di mana negeri itu menurunkan suku bunga acuannya hingga menjadi yang terendah sepanjang sejarah menjadi sebesar 1,25%, namun secara keseluruhan kerawanan masih membayangi kinerja perekonomian negeri Kanguru itu.  Serangkaian sentimen terkini tersebut   sekaligus menjadikan pijakan rentan  bagi indeks untuk melakukan gerak rebound.

Kerentanan tersebut akhirnya mengarahkan indeks di bursa Asia bergerak dalam rentang sempit dan mixed hingga sesi perdagangan siang.  Menjelang berakhirnya sesi perdagangan sore, gerak indeks terlihat kembali tertekan. Hingga sesi perdagangan ditutup, indeks Nikkei (Jepang) beralih merah dengan turun tipis  0,01% untuk berada di posisi 20.408,54, sementara indeks Hang Seng (Hong Kong) merosot  0,49% untuk berada di kisaran 26.761,52, indeks ASX 200 (Australia)  naik moderat 0,19% untuk menjangkau posisi 6.332,4, dan indeks KOSPI (Korea Selatan) yang terkikis 0,04% untuk berada di posisi 2.066,97.

Sementara pantauan pada pasar valuta Asia menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Asia yang bergerak melemah dalam menjalani sesi perdagangan sore ini.  Spekulasi bahwa The Fed mungkin akan melakukan penurunan suku bunga menjadi salah satu pertimbangan investor dalam mengambil keputusan di sesi kali ini. Namun masih terlalu sulit bagi investor untuk mengangkat nilai tukar mata uang Asia.