Setelah mampu bertahan di level tertingginya di kisaran 98-an dalam beberapa hari sesi perdagangan terakhir, gerak indeks Dolar Asterlihat mulai menurun dalam dua hari sesi perdagangan terakhir. Pantauan terkini, Selasa (4/6) di pasar Asia menunjukkan, posisi indeks Dolar AS yang berada di kisaran 97,17. Serangkaian laporan yang berhasil dihimpun  menyebutkan, gerak menguat indeks Dolar AS yang mulai terhenti seiring dengan tersiarnya kabar dan peluang bahwa bank sentral AS mungkin akan memnurunkan suku bunga acuannya.

Kabar yang masih spekulatif tersebut nampaknya mencoba dijadikan pijakan oleh investor untuk melakukan gerak rebpund teknikal pada sejumlah mata uang utama dunia yang telah terkoreksi terlalu dalam pada beberapa pekan sesi perdagangan terakhir. Namun hingga kini masih belum muncul kejelasan terkait dengan peluang  kebijakan bank sentral AS  yang sering disebut sebagai The Fed  terkait dengan suku bunga tersebut.

Spekulasi dari investor muncul dengan mempertimbangkan sejumlah faktor terkini, di mana tensi dagang telah diekspektasikan memukul kinerja pertumbuhan ekonomi AS dan juga perekonomian global.  Bila perekonomian AS mulai rawan dalam mencapai pertumbuhan yang ditargetkan, secara otomatis The Fed akan mengambil langkah yang diperlukan, yaitu dengan menurunkan suku bunga acuan.

Spekulasi ini semakin mendapatkan angin ketika Presiden AS Donald Trump dalam berulangkali kesempatan menyerukan The Fed untuk segera  menurunkan suku bunga acuan bahkan hingga 1%. Lebih tegas lagi bahkan Trump sempat meminta agar The Fed mengambil  langkah pelonggaran moneter guna membangkitkan perekonomian. Trump juga berdalih bahwa bila Bank sentral China melakuka  penurunan suku bunga akibat perang dagang dengan AS, maka AS juga hanya memerlukan penurunan suku bunga untuk segera mengakhiri perlawanan China dalam perang dagang.  

Sementara kabar terkait lainnya juga menyebutkan, salah satu pejabat bank sentral AS yang juga mengisyaratkan peluang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga. Serangkaian sentimen ini akhirnya terlihat mulai menahan gerak indeks Dolar AS untuk cenderung beralih turun.  Namun tinjauan teknikal terkini sebelumnya menunjukkan, tren penguatan pada indeks Dolar AS yang masih berlaku, dan oleh karenanya masih doibutuhkan gerak turun lebih dalam lagi bagi indeks Dolar AS untuk setidaknya menghentikan tren penguatan yang ganas tersebut.