Usai sentimen tensi dagang berhasil merontokkan indeks bursa saham Wall Street, sentimen kejutan akhirnya datang kembali dari pemerintahan Amerika Serikat. Kali ini, sentimen datang dari keputusan Departemen Kehakiman AS yang berniat menggelar penyelidikan soal antitrust pada sejumlah perusahaan teknologi terkemuka yang tercatat di bursa Wall Street.

Praktis, sejumlah saham teknologi terkemuka yang sebelumnya telah menuruni tangga koreksi suram, kini mendapatkan lagi “energi” untuk merosot lebih tragis. Selain saham Apple, dan Facebook, saham Alphabet Inc., yang merupakan induk dari perusahaan raksasa pencari di internet turut terpangkas dalam kisaran yang tragis pada sesi perdagangan Senin (3/6) lalu.

Pantauan terkini menunjukkan, saham yang diperdagangkan dengan kode GOOG tersaebut telah merosot tragis sebesar 6% dan sekaligus membentuk gap yang cukup besar.  Sebelumnya, saham Google tercatat telah mengalami tekanan jual akibat sentimen tensi dagang yang dipicu oleh keputusan keras dan mengejutkan Presiden AS Donald Trump. Namun sentimen suram terkini dari gelaran penyelidikan antitrust membuat saham Google makin sengsara  menjelang jatuhnya masa lebaran tahun ini.

Untuk sekedar memberikan gambaran ringkas, berikut disajikan grafik harian terkini saham Google beserta sejumlah indikator teknikalnya:

Tren jual jangka menengah sesungguhnya telah terbentuk pada pekan pertama bulan Mei lalu sebagai imbas dari gerak turun tragis yang terjadi sejak  sesi perdagangan awal Mei. Gerak turun harga saham Google kemudian masih berlanjut  namun mulai tertahan udsai pertengahan Mei hingga akhir pekan lalu, Jumat (31/5). Akibatnya, tren jual hampir saja berakhir dengan berhasil beralihnya posisi indikator titik P-Sar ke bawah candle sekalipun rentan.

Kejutan terjadi di sesi awal pekan kemarin dan kembali membentuk gap yang cukup lebar. Selain gap yang sangat lebar, sentimen kejut juga menjadikan tren jual kembali solid pada sesi perdagangan pekan ini. Dengan kembalinya posisi titik P-Sar ke atas candle, sementara pada saat  yang bersamaan jarak yang terentang antara titik P-Sar dengan indikator garis MA-Signal terlihat melebar.

Terbentuknya gap yang sangat besar kali ini, akhirnya menjadi sulit bagi saham Google untuk segera menutupnya sebagaimana terjadi pada sesi awal Mei lalu. Tren jual yang kembali solid dan masih ditambah dengan sentimen suram terkini yang masih akan berumur panjang, nampaknya akan menjadi kisah tragis rontoknya saham Google lebih lanjut hingga beberapa hari dan bahkan pekan ke depan.