Sentimen kemenangan Perdana Menteri Narendra Modi untuk menduduki kembali kursi Perdana Menteri, nampaknya harus segera diakhiri. Kinerja perekonomian India yang sedang dalam kerawanan menyusul gejolak sentimen tensi dagang dan ketidakpastian harga minyak dunia, akan segera menjadi beban berat Modi dalam sepanjang tahun ini.

Sejumlah laporan terkini sebelumnya menyebutkan, kemungkinan besar pihak bank sentral India, RBI akan kembali memangkas suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan yang akan berlangsung pekan ini. Bila hal ini terwujud, maka akan menjadi yang ketiga kalinya secara beruntun pihak RBI menurunkan suku bunga di sepanjang tahun ini.

Ambisi PM Modi untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi India  sangatlah besar. Namun tantangan terkini mulai terlihat dengan terang.  Untuk dicatat, risiko dari penurunan suku bunga adalah meluncur turunnya kembali nilai tukar mata uang Rupee, di mana bila pelemahan Rupee kembali berlanjut dan secara terus menerus akan menjadi bahaya lain bagi kinerja perekonomian India.  Grafik harian terkini berikut menunjukkan upaya menguat Rupee yang kini berada dalam kerawanan untuk berbalik melemah akibat  rencana penurunan suku bunga:

Pelemahan Rupee akan membuat harga minyak terangkat di dalam negeri karena masih harus mengimpor.  Sementara posisi nilai tukar Rupee dalam tiga tahun terakhir relatif senasib dengan mata uang Indonesia Rupiah, yang tak terlalu beranjak dari zona lemah. Risiko lain dari penurunan suku bunga juga muncul, yaitu tidak dengan serta-merta membuat suku bunga kredit menurun signifikan sebagaimana diharapkan. Hal ini terlihat dari langkah yang diambil State Bank of India, yang merupakan Bank terbesar di India, di mana ketika suku bunga acuan telah diturunkan sebesar 50 basis poin, bank tersebut ternyata hanya menurunkan suku bunga kredit ke nasabahnya sebesar 0,1% atau 10 basis poin.  

Sejumlah laporan menyebutkan, kemungkinan besar RBI akan memangkas suku bung hingga 25 basis poin, namun perkiraan tersebut bisa jadi meleset dan sangat mungkin bagi RBI untuk memangkas suku bunga lebih tajam lagi. Hal ini mengingat kinerja pertumbuhan ekonomi India akhir-akhir ini dinilai lelet seiring dengan rawannya perlambatan mendera perekonomoian global.

Sebelumnya juga disebutkan, pengangkatan gubernur RBI Shaktikanta Das yang baru menjabat beberapa bulan lalu,  yang sesungguhnya dinilai sebagai upaya pemerintahan Modi untuk memuluskan ambisi meraih pertumbuhan ekonomi tinggi. Ambisi pemerintahan Modi sepertinya berani mengambil risiko melemahnya Rupee, dan mirip dengan tarian Film Bollywood yang terkenal itu, gerak Rupee yang   telah berhasil menguat beberpa pekan terakhir, kini terancam berbalik melemah tajam mirip dengan tarian dalam Film Bollywood.