Nasib apes barangkali sedang hinggap pada seluruh jajaran perusahaan raksasas teknologi komunikasi asal AS, Apple Inc. Perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook itu nampaknya harus bergulat dengan sejumlah sentimen kurang menguntungkan, setelah sempat terangkat oleh serangkaian kabar kinerja mengesankan perekonomian global di 4 bulan pertama tahun ini.

Sentimen tensi dagang AS-China yang disulut oleh kejutan dari Presiden As Donald Trump, memangb harus diakui menjadi beban berat bagi Apple, mengingat pasar China telah menjadi bagian yang sangat signifikan bagi Apple dalam beberapa tahun terakhir.   Namun sentimen dari keputusan keras Trump yang melarang perusahaan rival berat Apple asal China, Huawei, mestinya membuat gerak harga saham Apple sedikit terhenti dari tren jual yang suram.

Namun kenyataannya, hingga kini saham Apple justru masih setia dengan tren jual jangka menengahnya yang masih  cukup solid.  Sentimen terkini yang datang dari kabar otoritas AS akan menggelar penyelidikan anti trust  pada sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Apple di dalamnya, nampaknya memang membuat saham Apple berada dalam masa apes atau sial.

Untuk sekedar meninjau situasi teknikal terkininya, berikut disajikan grafik harian terkini saham Apple:

Tren jual jangka menengah telah terbentuk sejak sesi perdagangan 14 Mei lalu. Tren jual tersebut terlihat sangat solid dan hingga sesi perdagangan awal pekan ini, Senin (3/6) masih cukup solid. Hal ini dapat ditunjukkan oleh masih renggangnya jarak yang terentang antara indikator titkk P-Sar dengan garis MA-Signal. Kerenggangan juga terlihat masih terjadi pada indikator garis MA-Signal dengan batas teknikal psikologisnya.

Keseluruhan situasi teknikal seperti ini menggambarkan betapa tren jual masih cukup solid.  Gerak turun lebih jauh saham Apple dengan demikian masih sangat besar peluangnya hingga beberapa hari dan bahkan pekan sesi perdagangan ke depan. Sentimen penyelidikan antitrust yang akan dilakukan oleh otoritas AS nampaknya akan menjadi faktor pendorong penurunan saham Apple lebih lanjut. Dan sentimen ini juga masih akan berkombinasi dengan sentimen susutnya pasar China yang akan dengan telak memukul kinerja keuangan Apple.

Investor yang hendak melakukan aksi akumulasi terhadap saham ini, hendaknya menahan diri dulu hingga setidaknya terbentuk pola kejenuhan tren jual yang memuncak. Dan sayangnya, akibat dari masih cukup solidnya tren jual yang berlaku, membuat sulit memperkirakan kapan puncak kejenuhan tren jual terjadi. Kesabaran dalam penantian, oleh karenanya menjadi penting bila ingin menggenggam saham Apple untk meraih profit.

Happy Trading.