Kepanikan yang disulut oleh keputusan kejutan Presiden AS Donald Trump menyangkut tensi dagang masih terus membayangi investor. Bila sentimen Trump mulai reda di bursa Wall Street, maka di pasar komoditas, gerak harga emas masih terus melompat tak tertahankan. Investor kini terlihat mulai mengkhawatirkan bahwa tensi dagang akan mengoyak kinerja perekonomian global dengan lebih parah dari perkiraan sebelumnya.

Memburu aset safe haven akhirnya terus berlanjut hingga sesi perdagangan  hari kedua pekan ini, Selasa (4/6). Konsekuensinya, gerak harga emas terus melambung dan pagi ini di pasarASia terpantau masih mampu membukukan kenaikan lanjutan. Terkini harga emas terpantau berada di kisaran $1.331,7 per Ounce atau telah kembali mendekati level psikologisnya di kisaran $1.350-an per Ounce yang pernah dicetak beberapa bulan lalu.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, gerak harga emas yang semula ragu dalam merespon langkah kejutan Trump dengan menarget Meksiko sebagai sasaran sanksi berikutnya setelah China, dengan cepat berbalik arah melakukan lonjakan dalam tiga hari sesi perdagangan terakhir. Pelaku pasar terlihat mencoba mengantisipasi kemungkinan terburuk menyangkut dengan kinerja perekonomian global.

Sementara pada sisi lainnya sejumlah rilis data  perekonomian terkini menunjukkan gejala mulai tersakannya imbas dari tensi dagang yang disulut oleh Trump.  Serangkaian analisis yang beredar sebelumnya  juga menyatakan bahwa sentimen tensi dagang yang akan berlangsung cukup panjang, terlebih kabar terkini menunjukkan upaya China untuk bertahan di posisinya dengan melakukan  sejumlah perlawanan terbatas. Pertimbangan ini diperkirakan menjadikan investor semakin bersemangat melakukan perburuan terhadap Emas.

Sedangkan tinjauan teknikal terkini menunjukkan, pola gerak harga emas yang telah berhasil membentuk tren penguatan jangka menengah akibat dari gerak naik tajam dalam tiga hari sesi perdagangan terakhir secara beruntun. Grafik harian terkini berikut menunjukkan betapa tren penguatan yang baru terbentuk di sesi perdagangan pagi ini di Asia sangat solid berkat renggangnya jarak yang terentang antara titik P-Sar dengan indikator garis MA-Signal. Namun bila dirinci dalam grafik H4, tren penguatan yang terjadi mulai berpotensi menuju puncak kejenuhan, di man investor mesti melakukan antisipasi terjadinya gerak balik penurunan dalam jangka pendek.