Sesi perdagangan awal pekan ini, Senin (3/6) di bursa saham utama Asia akhirnya ditutup dengan gerak indeks yang melemah.  Investor di Asia terlihat masih menaruh sikap pesimis dalam menanggapi serangkaian sentimen terkini yang hadir.  Sebagaimana dimuat dalam laporan sebelumnya, sentimen pertama datang dari berakhirnya indeks Wall Street di zona merah dalam menutup sesi akhir pekan lalu.

Merahnya indeks Wall Street akhir pekan lalu terutama disulut oleh sentimen kejutan yang datang bertubi dari Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump  disebutkan akan menaikkan tarif masuk atas produk asal Meksiko sebesar 5% dan berpeluang untuk terus menaikkan hingga mencapai 25%.  Investor menilai langkah keras dan mengejutkan Trump ini akan menghantarkan perang dagang yang semakin meluas dan semakin mengancam kinerja perekonomian global.

Agak beruntungnya, sentimen muram dari Amerika Serikat ini sedikit terimbangi oleh rilis data indeks PMI China untuk bulan Mei lalu yang dilaporkan sebesar 50,2.  Sikap pesimis investor akhirnya agak terkikis dan gerak indeks mulai mengurangi koreksinya.  Sekalipun demikian, secara keseluruhan sentimen yang melingkupi masih belum terlalu beranjak dari sikap pesimis.

Hingga sesi perdagangan berakhir di bursa Asia,  indeks Nkkei (Jepang) merosot tajam 0,92% untuk berada di posisi 20.410,88, indeks Hang Seng (Hong Kong) menurun tipis 0,03% untuk berada di posisi 26.893,86,  sementara indeks ASX 200 (Australia) terkoreksi curam 1,19% untuk menjangkau posisi 6.320,5, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang melonjak sendirian dengan naik tajam 1,28% untuk berada di kisaran 2.067,85.

Sementara pada pasar valuta dilaporkan, gerak nilai tukar mata uang Asia yang secara umum masih terjebak di rentang terbatas dengan  kecenderungan menguat. Kisaran penguatan yang terlalu tipis membuat nilai tukar mata uang Asia rentan untuk segera bera.lih ke zona pelemahan.  Hingga sesi perdagangan  sore ini, seluruh mata uang Asia terpantau masih menguat dengan penguatan tertajam dilakukan oleh Peso Filipina dan Ringgit Malaysia.

Terkhusus pada mata uang China Yuan,  gerak penguatan terlihat masih mencoba untuk bertahan, namun tetap rentan untuk segera beralih kembali ke zona pelemahan. Posisi terkini nilai tukar Yuan terhadap Dolar AS tercatat berada di kisaran 6,9060, dengan investor masih berkukuh menantikan penembusan level psikologisnya di 7,0.