Di tengah serangan sentimen kejuta dari Presiden AS Donald Trump  yang telah berhasil meruntuhkan indeks di seluruh bursa saham global, perekonomian Indonesia justru sedang beruntung akibat sentimen keputusan salah satu lembaga pemeringkat utang terkemuka dunia, S&P yang menaikkan peringkat utang Indonesia.

Gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia  akhirnya mampu berbalik melompat tajam dalam lebih dari sepekan terakhir, sementara pada bursa saham global justru tekanan jual menderas hingga melumpuhkan indeks dalam rentang yang tak tertahankan.  Pola gerak yang membalik kecenderungan global juga terjadi pada nilai tuklar mata uang Rupiah. Pantauan terkini sebelumnya menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Rupiah yang justru mampu membukukan lonjakan atau penguatan fantastis di sesi perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (31/5).  Gerak menguat Rupiah dalam rentang yang sangat tajam kali ini sekaligus mengakhiri tren jual jangka menengah yang suram  dan telah berlangsung dalam beberapa pekan  sebelumnya.

Serangan sentimen dari Trump yang selalu mengejutkan, memang bukan main ganasnya kali ini. Setelah sebelumnya menyulut perang dagang dengan China hingga membuat pemerintah China kurang bedaya dan merontokkan nilai tukar mata uang Yuan, langlah keras Trump kemudian berlanjut dengan menyasar  negeri tetangganya, Meksiko.  Seperti dilaporkan sebelumnya, Trump yang secara mengejutkan menaikkan tarif masuk atas produk asakl Meksiko sebesar 5%.

Trump juga mengancam akan terus menaikkan tarif masuk atas produk Meksiko hingga mencapai 25% bila pemerintahan negeri tetangga itu tak mampu mengurangi secara substansial angka imigran di perbatasan dengan AS. Langkah Trump ini sudah barang tentu dengan mudah memantik kekhawatiran pelaku pasar bahwa perang dagang yang disulut Trump akan meluas setelah sebelumnya telah cukup mengguncang akibat memanasnya hubungan dengan China.      

Kekhawatiran tersebut akhirnya merontokkan indeks di bursa saham dan sekaligus emmangkas nilai tukar mata uang utama dunia. Namun IHSG dan Rupiah justru “terselamatkan” oleh sentimen kenaikan peringkat utang yang dilakukan oleh salah satu lembaga pemeringkat utang terkemuka dunia,  S&P.  IHSG bahkan tercatat membukukan lompatan fantastis di sesi perdagangan akhgir pekan lalu, dan hal yang sama juga dilakukan oleh Rupiah di tengah bergugurannya mata uang Asia dan juga indeks di bursa saham utama Asia. Sentimen dari peningkatan peringkat utang dengan demikian telah berhasil membentengi IHSG dan Rupiah dari serangan badai sentimen kejutan dari Trump.