Gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam dua pekan sesi perdagangan terakhir secara mengejutkan terlihat mampu berbalik melakukan kenaikan konsisten dan tajam. Sentimen yang melatarinya kali ini adalah keputusan salah satu lembaga pemeringkat utang terkemuka dunia S&P yang meningkatkan peringkat utang Indonesia.

Tidak saja IHSG di bursa saham Indonesia, keputusan S&P ini juga kemudian merambah hingga pasar uang, di mana gerak nilai tukar mata uang Rupiah melonjak tak tertahankan dalam rentang yang fantastis. Kembali pada bursa saham, akibat dari gerak naik yang sangat tajam dan konsisten dalam hampir dua pekan sesi perdagangan, sejumlah konsekuensi teknikal kini telah mulai terlihat. Investor yang sebelumnya tercekam dalam kepanikan akibat sentimen tensi dagang AS-China yang menyuramkan prospek perekonomian global, kini seolah langsung dengan cepat berbalik optimis.  Dan secara teknikal, [pol;a gerak IHSG yang dengan cepat berbalik ini  memang perlu dicermati dengan seksama.

Oleh karenanya, grafik harian berikut bisa memberiklan gambaran ringkas prospek IHSG dan peluang untuk terjadinya pembalikan tren dalam waktu dekat atau sesi perdagangan awal usai masa libur panjang lebaran:

Akibat dari gerak balik naik yang sangat cepat dan tajam, posisi indikator titik P-Sar telah beralih ke bawah candle dalam 6 hari sesi perdagangan terakhir. Secara umum, posisi seperti ini mencerminkan mulai tumbuhnya tekanan beli pada IHSG. Pola teknikal yang terlihat pada grafik di atas juga memperlihatkan, tren jual yang sesungguhnya masih berlaku hingga kini. Namun rentan untuk segera berakhir dan sekaligus memasuki fase ketiadaan tren.

Dengan menggunakan kalkulasi sederhana, tren jual IHSG dipastikan berakhir pada sesi perdagangan hari perdana usai libur lebaran. Bila tren jual IHSG telah berakhir dan sekaligus memasuki fase ketiadaan tren, sudah barang tentu  sejumlah konsekuensi teknikal harus segera diidentifikasi oleh investor. Tekanan jual terhenti, namun tekanan beli masih belum terlalu cukup untuk mengangkat gerak IHSG lebih tinggi.

Tinjauan teknikal juga menunjukkan, IHSG masih membutuhkan waktu untuk mampu berbalik membentuk tren penguatan jangka menengah atau tren beli.  Settidaknya IHSG diharuskan mampu bergerak konsisten di atas kisaran 6.149 dalam 7 hari sesi perdagangan untuk berbalik membentuk tren penguatan.  Sementara posisi penutupan IHSG terkini berada di kisaran 6.209, persyaratan tersebut memang bukanlah sesuatu yang sulit. Namun pertanyaannya adalah akankah cukup mengandalkan sentimen  kenaikan peringkat utang mempertahankan posisi IHSG konsisten di atas kisaran 6.149 hingga 7 hari sesi perdagangan secara beruntun?

Sesi perdagangan sepekan pertama usai libur lebaran, oleh karenanya akan menjadi pertaruhan penting pola teknikal IHSG yang kini telah berada di persimpangan kritis.  Terdapatnya sokongan sentimen domestik yang positif, baik itu dari ranah politik maupun ekonomi, tentu akan menjadi bantuan berharga bagi IHSG untuk setidaknya dengan mantap mengakhiri tren jual jangka menengah.