Langkah dan kebijakan keras Presiden AS Donald Trump terhadap Huawei nampaknya akan semakin pahit dipikul risikonya oleh perusahaan raksasa teknologi asal China itu. Pelarangan oleh Trump yang sangat luas dan mencakup seluruh kerjasama bisnis yang melibatkan entitas bisnis asal Amerika Serikat kini semakin terasa imbasnya pada prospek dan kinerja Huawei secara keseluruhan.

Serangkaian laporan terkini menyebutkan, akibat dari kebijakan pelarangan oleh Trump, Huawei diperkirakan akan kehilangan pangsa pasarnya secara sangat signifikan di luar China. Sewjumlah perkiraan menyebut, larangan Trump yang mungkin akan membuat Huawei terpaksa mengurangi produksi smartphone nya di kisaran 8 hingga 10 juta unit per bulan.  Hal ini berarti Huawei  akan mengurangi produksinya selama setahun sejumlah 120 juta unit smartphonenya akibat sanksi dari Trump tersebut.

Bila dihitung berdasarkan harga produk smartphone Huawei yang berada di kisaran Rp16 juta, maka Huawei  berpotensi kehilangan pasar senilai Rp1.920 Triliun di sepanjang tahun ini. Hal ini masih ditambah lagi dengan kerugian yang harus ditanggung Huawei dengan ancaman gagalnya menguasai teknologi komunikasi berbasis 5G yang selama ini didengungkan sebagai pionirnya. Hal ini mengingat untuk membangun jaringan komunikasi berbasis 5G, Huawei yang dalam sebagian sangat besar masih bergantung pada pemasok pabrikan asal AS yang kini telah masuk dalam pelarangan oleh Trump.  Total kerugian potensial yang harus ditanggung Huawei bisa menembus kisaran Rp2.000 Triliun akibat sanksi keras dari Trump.     

Besaran risiko yang harus ditanggung Huawei kini sangat menyedihkan di tengah upaya  keras perusahaan tersebut menyejajarkan diri dengan perusahaan rival sejenis asal AS dan Korea Selatan yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Posisi Huawei sebagai pabrikan smartphone terbesar ke dua di  dunia di bawah pabrikan Samsung (asal Korea Selatan) juga  dipastikan segera terlempar jauh akibat larangan Trump ini.  Sebaliknya, sanksi keras dari Trump atas Huawei akan menjadi berkah dan keuntungan besar bagi rival beratnya, Samsung dan Apple (perusahaan asal AS).

Huawei dengan demikian dengan segera harus mengubur mimpi masuk ke jajaran produsen smartphone terbesar dunia dalam waktu sangat cepat akibat sanksi dari Trump.