Setelah menjalani sesi perdagangan sepanjang pekan lalu dengan penuh kejutan akibat serangkaian keputusan Presiden AS Donald Trump, sesi perdagangan sepanjang pekan ini nampaknya tak akan jauh beranjak. Di tengah terdapatnya sejumlah agenda rilis data perekonomian terkini yang datang dari berbagai negara di dunia, kejutqan dari Trump bisa jadi akan mengubah atau bahkan membalik sentimen yang sedang hinggap.

Oleh karenanya pelaku pasar kini tak hanya tertuju pada sejumlah rilis data perekonomian penting terkini saja, melainkan juga harus mewaspadai pernyataan Gedung Putih atau akun Twitter nya Donald Trump.  Meski demikian, tak ada salahnya untuk tetap mencermati agenda rilis data perekonomian terpenting di sepanjang pekan ini seperti berikut:

Rilis data pertama pekan ini akan datang dari China yang akan mengumumkan indeks PMI pada Senin (3/6) jam 09:45 WIB. Rilis data ini sekaligus akan menjadi patokan yang penting guna mengkonfirmasi kontraksi yang sebelumnya dilaporkan. Bila kontraksi pada aktivitas manufaktur China terkonfirmasi, maka sudah barang tentu arah gerak pasar akan semakin suram dalam mengawali sesi perdagangan pekan ini.

Rilis data indeks PMI berikutnya datang dari AS yang dilakukan pada jam 22:00 WIB, data dari AS ini juga akan menjadi patokan penting untuk menilai atau mengukur sejauh mana tensi dagang dengan China memberikan imbas pada perekonomian AS secara keseluruhan.  Pada sesi perdagangan Selasa (4/6) jam 09:30 rilis data akan datang dari Australia menyangkut penjualan ritel, yang pada tiga jam setelahnya akan disusul dengan pernyataan otoritas  bank sentral Australia terkait dengan suku bunga acuan.

Berikutnya, pada jam 21:55 WIB, Gubernur The Fed, Jerome Powell akan mengumumkan pernyataannya, di mana arahan  kebijakan suku bunga acuan  akan ditunggu oleh investor mengingat sejumlah perkembangan terkini pada data perekonomian AS.  Rilis data  selanjutnya akan datang dari Australia  pada sesi Rabu (5/6) jam 9:30 WIB, di mana pemerintah negeri Kanguru itu akan mengumumkan pertumbuhan PDB kuartalan.

Agenda berikutnya akan datang dari Jepang, di mana Gubernur Bank Sentral Jepang, Haruhiko Kuroda pada Kamis (6/6) jam 16:25 WIB  akan mengumumkan pernyataannya. Pernyataan Kuroda kali ini akan menjadi sorotan di tengah melonjaknya nilai tukar mata uang Yen dalam sepekan sebelumnya.  45 menit kemudian, giliran Gubernur Bank sentral Inggris yang akan  menyampaikan  pernyataannya di tengah tekanan jual yang masih mendera mata uang Poundsterling.  Pada jam 19:45 WIB (Kamis 6/6), bank senyral Eropa diagendakan mengumumkan kebijakan moneternya dan kemudian disusul konferensi persnya pada jam 20:30 WIB.

Pada jam yang sama, otoritas Kanada juga akan mwerilis data perdagangannya, di mana nilai tukar Dolar Kanada telah kembali menyentuh titik terlemahnya di sepanjang pekan lalu.  Agenda rilis data sepanjang pekan ini kemudian akan diakhiri dari  Kanada dan AS. Dua negara besar bertetangga itu dijadwalkan merilis data pengangguran terkini pada sesi perdagangan Jumat (7/6) jam 20:30 WIB.

Serangkaian agenda rilis data yang  meski tidak terlalu padat di sepanjang pekan ini, masih sangat mungkin untuk kembali menghadirkan kejutan, terutama bila Gedung Putih kembali menghentak dengan sikap keras dan tegas dari Presiden Trump.

Happy Trading.